Kepala Rutan Bangil Tristiantoro Adi Wibowo mengatakan, penyakit kulit memang menjadi wabah yang kerap melanda warga binaan. Hunian sangat padat. Ruangan lembap. Kondisi itu menjadi pemicu munculnya penyakit kulit.
Sejauh ini, kasus penyakit kulit di Rutan Bangil memang telah dikendalikan. Dari 586 warga binaan, hanya belasan yang terserang.
"Karena penularannya juga mudah. Tapi, kami berusaha mengendalikannya," bebernya.
Beberapa cara dilakukan. Selain pengobatan mandiri bagi warga binaan yang terserang gatal-gatal tersebut, mereka juga diminta selalu menjaga kebersihan. Misalnya, mengurangi kebiasaan gantian pakai handuk. Atau, tukar-menukar handuk setelah mandi.
”Yang terpenting menjaga kebersihan. Karena ruangan cenderung lembap, kami tekankan pakaian yang dikenakan agar kering," sambungnya.
Meski tidak bisa dihilangkan, upaya meminimalkan gatal-gatal itu membuahkan hasil. Sebelumnya, kasus penyakit kulit bisa mewabah hingga puluhan warga binaan rutan kelas II B tersebut. Namun, saat ini, hanya belasan.
Penghuni rutan juga diminta rajin berolahraga demi menjaga kesehatan dan kebugaran. Jikak sehat dan bugar, mereka tidak rentan sakit. (one/far) Editor : Jawanto Arifin