Menurut Wiendra, yankestrad integrasi menjadi bagian penting dalam dunia medis. Karena kerap menjadi pilihan masyarakat untuk mencari kesembuhan dari penyakit diderita.
Penerapan yankestrad, bisa menjadi kombinasi dengan pelayanan kesehatan konvensional yang diterapkan di rumah sakit. “Dengan adanya bimtek ini, kami harap bisa meningkatkan mutu dan pelayanan yankestrad integrasi di RSUD Bangil,” jelasnya.
Sementara itu, Humas RSUD Bangil M. Hayat memaparkan, pelayanan yankestrad integrasi dikembangkan untuk mendukung pelayanan konvensional di RSUD Bangil. Beberapa layanan yankestrad integrasi sudah disediakan. Selain akupuntur, ada herbal, acupressure, serta hipnoterapi.
“Tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas yankestrad integrasi. Di Indonesia, hanya ada 10. Dan RSUD Bangil, termasuk di dalamnya,” tuturnya.
Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes. berharap pemberian bimtek dari pihak Kemenkes RI ini bisa mendorong perkembangan layanan kesehatan tradisional di RSUD Bangil. Serta, layanan yankestrad integrasi tersebut, bisa semakin dikenal masyarakat. Khususnya, bagi warga Kabupaten Pasuruan. Sehingga, terwujud masyarakat Kabupaten Pasuruan yang sehat optimal (lahir dan batin). (eka/adv) Editor : Jawanto Arifin