Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencanakan Rehab Jembatan Latek Bangil dengan Box Culvert

Jawanto Arifin • Selasa, 26 Januari 2021 | 17:40 WIB
BAKAL DIPERBAIKI: Sejumlah pengendara melintas di jembatan Latek, Bangil. Tahun ini jembatan setempat bakal direhab landasan dan kaki-kakinya dengan konstruksi box culvert. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
BAKAL DIPERBAIKI: Sejumlah pengendara melintas di jembatan Latek, Bangil. Tahun ini jembatan setempat bakal direhab landasan dan kaki-kakinya dengan konstruksi box culvert. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo - Kondisi ruas jembatan Manaruwi-Latek di Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang landasan dan kakinya alami keretakan jadi perhatian. Tahun ini ruas jembatan di jalur nasional itu bakal direhab.

Kepastian itu diungkapkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII wilayah Gempol, Pasuruan, Probolinggo Rudy Napitupulu. Menurutnya, landasan dan kaki jembatan yang alami retak bakal diganti secara keseluruhan.

"Ada keretakan di landasan dan kaki jembatan. Jadi harus diperbaiki. Kalau tetap dipaksa bisa membahayakan bagi pengguna jalan," ungkap Rudy.

Pria asal Kota Medan, Sumut ini menjelaskan, baik landasan maupun kaki jembatan ini bakal diganti dengan menggunakan box culvert berukuran enam meter. Tujuannya, agar lebih cepat dan lebih tahan lama.

Pengerjaannya sendiri diestimasi bisa diselesaikan dalam waktu tiga bulan. Sehingga, tidak akan terlalu lama mengganggu arus lalu lintas selama proses pengerjaannya.

Rencananya, pengerjaan bisa dilakukan pada triwulan kedua. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan proses lelang untuk pelaksana perbaikan rehab jembatan dan jalan dari Gempol sampai Probolinggo. Total anggaran yang disiapkan oleh BBPJN VIII sendiri adalah Rp 18 miliar. Ini untuk kontrak long segment jalan sepanjang 119 kilometer.

"Kalau diperbaiki dengan aspal biasa, bisa makan waktu enam bulan. Dan ketahanan juga kalah sama penggunaan box culvert. Makanya rehab akan dilakukan dengan box culvert,"sebut Rudy. (riz/mie) Editor : Jawanto Arifin
#jalan nasional