---------------
KONI Kabupaten Pasuruan berusaha menjaga stamina dan kebugaran atlet. Bahkan ikut mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 juga dilakukan. Salah satunya dengan melakukan tes pengukuran stamina dan kemampuan atlet. KONI mendatangkan konsultan dari UNESA (Universitas Negeri Surabaya).
“Tes ukur atlet penting untuk menjaga ritme dan kemampuan atlet,” kata Ketua KONI, Mulyadi.
Mulyadi menambahkan, jenis tes ukur berbeda beda sesuai Cabor masing masing. “Dengan penekanan pada speed (kecepatan), kekuatan, kelincahan dan daya tahan,” sambungnya.
Hasil tes pengukuran ini akan menjadi acuan untuk tes pengukuran tahap berikutnya hingga menjelang pelaksanaan Porprov VII Jatim 2022. “Kami berharap semua atlet Puslatkab mengikuti serangkaian tes pengukuran dengan serius dan maksimal. Sehingga hasilnya akan memuaskan,” tambah Mulyadi.
Jajaran Koni Kabupaten Pasuruan juga terus memberikan imbauan agar atlet tetap berlatih meski di masa pandemi ini. Walaupun belum bisa dipastikan kapan pandemi berakhir, atlet tetap meningkatkan kemampuan. Tentunya dengan tetap mengutamakan protokoler kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak, sesuai imbauan pemerintah.
“Latihan mandiri harus terus berjalan sesuai porsi latihan yang diterapkan oleh pelatih. Sehingga ketika nanti pandemi ini berakhir langsung tancap gas menghadapi event olahraga yang menanti,” jelas Mulyadi.
Gelar Rapat Anggota sebagai Wadah Komunikasi Cabor-Pengurus
SEBAGAI bentuk pertanggungjawaban dan pelaporan atas kinerja, KONI Kabupaten Pasuruan baru-baru ini menggelar Rapat Anggota IV. Rapat dihadiri Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan, Hasbullah, S.Pd dan seluruh pengurus Koni Kabupaten Pasuruan. Kemudian juga segenap perwakilan pengurus cabor yang dibawah naungan KONI Kabupaten Pasuruan.
Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, Mulyadi dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama periode 2019-2020, segenap pengurus KONI telah berupaya semaksimal mungkin mendongrak prestasi atlet.
Dalam rapat tersebut, dibahas tentang evaluasi dan perencanaan pada tahun depan. Diskusi berlangsung terbuka termasuk adanya masukan-masukan dari beberapa pengurus cabor.
Rapat dilaksanakan dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Sebelum masuk ruangan seluruh peserta diwajibkan cuci tangan. Kemudian wajib memakai masker dan pemeriksaan suhu badan. (unt/adv) Editor : Jawanto Arifin