Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pasuruan, M. Ridwan menguraikan, keberadaan perpustakaan di Bangil memang kurang representatif. Selain gedungnya yang kecil, juga letaknya yang jauh dari kata strategis.
Hal ini yang memunculkan ide untuk merelokasi perpustakaan Bangil. Supaya, keberadaan persputakaan Bangil, lebih menunjang. Mirip daerah-daerah besar, seperti Surabaya ataupu Malang. “Kami ingin, agar perpustakaan Bangil lebih representative. Supaya, keberadaannya lebih mumpuni,” jelas Ridwan.
Hanya saja, hal itu belum bisa dilakukan. Bahkan, untuk tahun depan. Beberapa hal masih menjadi persoalan. Selain lahan, juga masalah anggaran untuk pembangunan.
“Kami masih mencari-cari lokasi yang strategis. Sehingga, pembangunan yang direalisasikan nantinya, jangan sampai muspro. Benar-benar menjadi jujukan warga,” imbuhnya.
Kawasan Alun-alun Bangil, sejatinya menjadi pilihan. Karena, wilayah setempat, menjadi wilayah yang ramai kunjungan. “Kalau ada lahan di sekitar Alun-alun, tentunya bagus. Tapi, kan belum ada. Sehingga, belum bisa terealisasi. Apalagi, anggaran untuk 2021, belum menyediakan dana untuk pembangunan perpustakaan tersebut,” bebernya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin