Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Rencana Sudetan-Normalisasi di Kali Masangan Bangil Terkendala Ini

Jawanto Arifin • Jumat, 30 Oktober 2020 | 16:00 WIB
RAWAN MELUAP: Sungai Masangan yang langganan meluap saat penghujan. Rencana untuk membuat sudetan terkendala anggaran dan lahan. Normalisasi pun terbentur kondisi medan yang padat. (Dok. Radar Bromo)
RAWAN MELUAP: Sungai Masangan yang langganan meluap saat penghujan. Rencana untuk membuat sudetan terkendala anggaran dan lahan. Normalisasi pun terbentur kondisi medan yang padat. (Dok. Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Pendangkalan sungai Masangan, Kecamatan Bangil, memicu kekhawatiran warga. Pasalnya, dangkalnya sungai setempat, bisa memicu risiko banjir.

Hal inilah yang membuat warga mendesak agar adanya normalisasi. Selain itu, warga juga meminta pembangunan sudetan ke Sungai Kedunglarangan. Sehingga ketika penghujan, air sungai tidak sampai meluap.

Desakan tersebut seperti yang disampaikan Sukisno, Kasun Masangan. Ia menyampaikan, pendangkalan Sungai Masangan bisa memicu masalah. Apalagi musim penghujan akan tiba. "Bila tidak diatasi, risiko banjir akan kembali muncul seperti tahun-tahun sebelumnya," ungkap dia.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan untuk pembuatan sudetan. Hanya saja, sampai saat ini rencana itu masih belum terealisasi.

Karena itu, pihaknya juga berharap, agar ada normalisasi. Sehingga, pendangkalan yang terjadi, bisa teratasi. "Kami harap ada normalisasi, sehingga sungai Masangan bisa lebih dalam dan daya tampung airnya meningkat," sambung dia.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib menguraikan, pembangunan sudetan belum bisa dilakukan. Sebab, berkaitan dengan lahan dan anggaran.

Untuk normalisasi sendiri, sebenarnya alat yang dimiliki sempat dikerahkan ke Sungai Masangan. Namun, sulit dioperasionalkan dengan baik, karena terkendala medan.

"Kawasan setempat padat penduduk. Sehingga, sulit alat berat untuk masuk. Ini yang membuat normalisasi di sungai setempat sulit dilakukan. Apalagi, kami belum memiliki alat eskavator amphibi," jelasnya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin
#normalisasi sungai #banjir bangil #banjir masangan