BK pun menggelar rapat internal. Rabu (14/5), BK memanggil beberapa pejabat dari Disperindag serta Dinkop dan UKM sebagai OPD yang berkaitan dengan pengadaan masker.
Kegiatan itu berlangsung tertutup di ruang rapat gabungan DPRD Kabupaten Pasuruan. Sekitar satu jam, kegiatan itu berlangsung.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan Eddy Suwanto saat dikonfirmasi mengaku, dirinya dimintai klarifikasi berkaitan dengan pengadaan masker. Hanya saja, pihaknya enggan membeberkan lebih jauh.
“Ya, sama seperti saat rapat dengan Pansus. Kami ditanyai berkaitan dengan pengadaan masker. Khususnya, ada tidaknya keterlibatan dewan,” sampainya.
Anggota BK DPRD Kabupaten Pasuruan Sugianto mengungkapkan, pemanggilan dua OPD itu dilakukan untuk menggali informasi berkaitan dengan pengadaan masker. Khususnya yang melibatkan anggota dewan. Hal ini dilakukan untuk memastikan, ada tidaknya keterlibatan anggota dewan dalam pengadaan masker itu.
“Kaitannya dengan pengadaan masker yang mencuatkan nama-nama anggota dewan. Kami lakukan penelusuran,” jelasnya.
Hanya saja, pihaknya belum bisa menyimpulkan. Apakah ada keterlibatan anggota dewan atau tidak dalam pengadaan masker tersebut. Karena tim BK masih membutuhkan penggalian data-data dan informasi penunjang.
“Untuk kesimpulannya masih belum. Karena baru awal. Masih butuh keterangan lebih lanjut. Tunggu saja hasilnya. Biar ketua nanti yang akan membeberkan,” sampainya.
Seperti diberitakan sebelumnya, mencuat dugaan keterlibatan anggota dewan dalam pengadaan 2,5 juta masker oleh Pemkab Pasuruan. Delapan anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, tercatat dalam daftar yang beredar di kalangan wartawan, mendapatkan plotting pengadaan masker.
Sebetulnya, bukan hanya anggota dewan yang disebut-sebut mendapatkan plotting. Kalangan LSM dan wartawan, juga tercatat dalam daftar plotting yang beredar itu. Plotting tersebut menuai pergunjingan lantaran dianggap tidak tepat sasaran.
Mengingat, proyek itu yang seharusnya digulirkan untuk menumbuhkan UMKM di tengah pandemi korona. Sejauh ini, delapan anggota dewan yang disebut terlibat tegas membantah adanya plotting itu. (one/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin