Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

8 Ponpes di Kab Pasuruan Ini Dikucuri Rp 4,7 M untuk Bangun MCK

Jawanto Arifin • Selasa, 18 Februari 2020 | 20:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi
BANGIL, Radar Bromo - Upaya untuk mewujudkan bebas buang air besar sembarangan terus dilakukan di Kabupaten Pasuruan. Salah satunya dengan memperbanyak pembangunan jamban di masyarakat.

Target sasarannya, bukan hanya di lingkungan perumahan ataupun pedesaan. Sebab, proyek jambanisasi itu juga melirik kawasan pondok pesantren (ponpes).

“Kami berusaha untuk mendorong masyarakat agar tidak lagi buang air besar sembarangan. Karena itulah, selain pembangunan jamban di kawasan permukiman, program ayo bangun WC ini juga akan direalisasikan di lingkungan ponpes,” terang Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Apriyanto.

Menurut Hari –sapaannya-, pembangunan MCK di wilayah ponpes akan dilengkapi dengan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah). Pemkab tidak sendirian untuk merealisasikannya. Karena ada sokongan anggaran dari pemerintah pusat melalui DAK.

Setidaknya, dana Rp 4,7 miliar akan dialokasikan untuk pembangunan MCK di lingkungan ponpes tersebut. Ada delapan ponpes yang diproyeksikan mendapatkan support hibah MCK itu tahun ini.

Selain Ponpes Putri Banat 1 Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton; ada Ponpes Alyasini di Kecamatan Wonorejo; Ponpes Sunniyah Salafiyah di Kecamatan Kraton; Ponpes Sabilul Mutaqin di Kraton; Ponpes Nurul Huda di Kraton; Ponpes Darul Khoirot di Kraton; Ponpes Besuk di Kejayan; dan Ponpes Cabean di Kejayan.

Masing-masing dialokasikan antara Rp 500 juta hingga Rp 600 juta. Dengan dana tersebut, setiap ponpes setidaknya bisa membangun 20 unit MCK plus dengan IPAL-nya.

“Kabupaten Pasuruan lekat dengan sebutan daerah pesantren. Diharapkan, pesantren di Kabupaten Pasuruan memiliki MCK yang memenuhi standar. Sehingga, santri-santrinya bisa memberi contoh perilaku baik kepada masyarakat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, banyak pesantren yang belum memiliki MCK memadai. Jumlah santri yang banyak, menjadi salah satu faktor MCK yang disediakan kurang menunjang. Sehingga, perlu dukungan penyediaan MCK yang lebih memadai.

“Tentunya, kami upayakan tidak hanya berhenti di sini. Masih banyak ponpes lain yang akan kami usulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan sokongan yang sama,” jelas dia. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin
#bantuan mck #pemkab pasuruan