Sampai akhir September, tercatat pajak hiburan dari tempat wisata di Kabupaten Pasuruan masih mencapai Rp 9,7 miliar. Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan optimistis target sebesar Rp 15 miliar bisa tercapai di akhir tahun nanti.
Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan BKD Kabupaten Pasuruan mengatakan, dari persentase realisasi pajak hiburan memang masih kurang. Sampai kuartal ketiga masih tercapai 64,84 persen dari target Rp 15 miliar.
“Secara persentase, idealnya kuartal ketiga bisa mencapai 75 persen, namun sampai akhir September masih tercatat Rp 9,7 miliar atau 64,84 persen dari target,” terang M Syafi’i.
Menurut Syafi’i, tempat wisata yang dikelola swasta di Kabupaten Pasuruan saat ini sudah banyak menjadi pilihan warga sekitar dan warga luar kota. Namun, memang saat ini persaingan tempat wisata cukup ketat. Seperti di Malang, Batu, Lamongan, dan sekitarnya.
Di Kabupaten Pasuruan sendiri, beberapa tempat wisata yang cukup tinggi menyumbang pajak hiburan. Mulai dari Taman Safari Prigen, Bhakti Alam, Saygon, Taman Dayu, dan sebagainya, hingga yang terbaru yakni Pintu Langit yang turut menyumbang penerimaan Pajak Hiburan.
Dalam tempo 3 bulan terakhir ini, BKD Kabupaten Pasuruan optimistis target sebesar Rp 15 miliar bisa tercapai. Hal ini didukung dengan gencarnya promosi baik oleh pengelola tempat wisata termasuk dari Pemkab Pasuruan agar makin banyak kunjungan ke tempat wisata.
“Kami optimistis target bisa tercapai. Ini, lantaran selain gencar promosi juga akhir tahun mendatang akan terdongrak dari liburan semester sampai liburan Natal dan tahun baru dipastikan banyak menyumbang penerimaan pajak hiburan,” jelasnya. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin