Saat ditemukan, kondisi korban begitu memilukan. Tubuhnya hancur, setelah disasak baja bergerak tersebut.
Kanitreskrim Polsek Beji, IPDA Tatok menyampaikan, aksi memprihatinkan itu berlangsung Kamis malam (8/8). Ketika itu, korban diduga baru saja cek cok dengan suaminya.
Tak tahan dengan rumah tangganya yang selalu bermasalah, membuat korban nekat untuk mengakhiri hidupnya.“Korban memilih untuk mengakhiri hidupnya, sekitar pukul 22.30. Ia memilih untuk menabrakkan diri dengan kereta,” sampainya.
Kejadian tersebut berlangsung di area perlintasan kereta api Selokambang, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji. Sebelumnya, korban berangkat dari rumahnya, dengan berjalan kaki. Selanjutnya, ia melintas di rel KA hingga sampai di lokasi kejadian.
Saat itu, sebuah kereta api Mutiara Timur Malam jurusan Surabaya-Banyuwangi, melintas dari arah barat. Suara sirine yang sempat dibunyikan oleh masinis KA Mutiara Timur Malam, Ferry Eko Pramono, tak digubris.
Hingga akhirnya, kereta tersebut langsung menabraknya. Tabrakan keras itu, membuat tubuh korban hancur. Ia kemudian dibawa ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.
“Sewaktu ditemukan, tubuh korban dalam keadaan tidak utuh. Selanjutnya, petugas dibantu warga, mengevakuasi korban,” imbuh Tatok.
Ia menegaskan, korban diduga kuat bunuh diri. “Informasinya, korban sering cekcok dengan keluarganya di rumah. Sehingga, membuatnya diduga tidak tahan. Dan memilih untuk mengakhiri hidup,” pungkasnya. (one/fun) Editor : Fandi Armanto