Banyaknya koperasi yang tidak aktif itu, tidak membuat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan patah semangat untuk menghidupkan dunia koperasi. Ratusan koperasi yang tidak aktif itu, terus didorong untuk bangkit. Selain itu, tahun ini Dinas Koperasi juga menarget ada 20 unit koperasi baru.
Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Pasuruan Edy Nurhadi mengatakan, koperasi merupakan badan usaha yang merakyat. Pendirian koperasi bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. “Banyak keuntungan pendirian koperasi, selain untuk peminjaman modal dari simpan pinjam. Hasil dari koperasi juga untuk anggotanya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, di Kabupaten Pasuruan, cukup banyak koperasi yang dinilai berhasil. Misalnya, koperasi susu yang di Kecamatan Tutur, termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) Sumberrejo yang bergerak di bidang pertanian. Sehingga, koperasi dinilai cukup berhasil dan menguntungkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasuruan.
Edy mengatakan, meski tahun lalu ada 117 koperasi yang nonaktif, namun tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk mendirikan koperasi baru. “Koperasi yang tidak aktif tahun lalu tetap kami dorong agar manajemen bisa kembali mengaktifkan dan segera dilakukan Rapat Anggota Tahunan,” ujarnya.
Selain mengaktifkan koperasi yang tidak aktif, Dinas Koperasi juga menargetkan tetap ada tambahan koperasi baru. Edy mengatakan, sesuai RPJMD, ditargetkan tahun ini bisa tumbuh 20 koperasi baru. “Koperasi baru ini ditargetkan baik koperasi karyawan, KUD, simpan pinjam, dan sebagainya,” ujarnya.
Diketahui, sampai akhir 2018, di Kabupaten Pasuruan tercatat ada 1.067 koperasi. Tahun ini ditargetkan ada tambahan 20 koperasi. Harapannya, bisa meningkatkan ekonomi dan lebih menyejahterakan anggotanya. (eka/rud) Editor : Jawanto Arifin