Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Motif Pembunuhan Mayat Dibakar di Wonorejo karena Umrah Murah Tak Jelas

Muhammad Fahmi • Selasa, 22 Januari 2019 | 01:12 WIB
Photo
Photo
BANGIL–Tak sampai sehari, Polres Pasuruan berhasil membekuk ketiga pelaku aksi pembunuhan dua korban dengan cara sadis. Yakni diracun lalu mayatnya dibakar di Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan pada 20 Januari lalu.

Senin (21/1) Polres Pasuruan menggelar release soal penangkapan ketiga pelaku pembunuhan keji pada Sya’roni dan Imam Sya’roni itu. Ketiga tersangka itu adalah M. Dhofir, 59, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan yang jadi otak pembunuhan. Dia dibantu sang istri yakni Nanik Purwanti, 30, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo.

Satu pelaku lagi adalah Zainudin, 30, warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo. Nama terakhir yang disebut merupakan murid dari M Dhofir.

Dalam rilis itu terungkap, motif pembunuhan sendiri lantaran pelaku utama yaitu M. Dhofir, dendam dan sakit hati pada korban. Ia emosi lantaran program umroh biaya murah yang ditawarkan dari Sya’roni tak ada kejelasan.

Hal itu berimbas pada murid pelaku Dhofir yang berkurang drastis. Dhofir selama ini memang dikenal sebagai dukun. Korban sendiri merupakan salah satu muridnya.

“Jadi M. Dhofir ini dendam dan sakit hati. Sebab, ada pengikutnya yang dijanjikan umrah murah oleh korban. Murid Dhofir itu juga sudah membayar DP (uang muka) sebesar Rp 10 juta pada korban, tapi tak ada kejelasan,” jelas Kapolres Pasuruan, AKBP Rizal Martomo.

Dhofir merasa dirugikan. Sebab, ia yang mengenalkan muridnya itu dengan korban Sya’roni. “Akibatnya pelaku (Dhofor) tidak dipercayai oleh muridnya dan kehilangan pengikut akhirnya merencanakan pembunuhan terencana ini,” terang perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu. (eka/mie)

  Editor : Muhammad Fahmi
#korban dukun dibakar #dua tewas dibakar #pasien dukun dibakar #polsek wonorejo #pembunuhan wonorejo #pembunuhan jatigunting #korban tewas dibakar