Salah satunya diungkapkan pengguna jalan asal Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kurniawati, 24. Karyawan PIER ini setiap hari rutin melintas di jalan ini saat berangkat ke tempat kerjanya. “Ketika sudah pas di bawah lampunya kelihatan merah. Saya langsung cepat-cepat ngerem karena baru tahu ternyata sudah merah,” ujarnya.
Menurutnya, dari jarak jauh, bahkan sekitar 2 meter traffic light ini tidak kelihatan karena terhalang ranting pohon. Rambu lalu lintas yang mengatur di arah lurus ke arah Kota Pasuruan, ini baru bisa terlihat ketika berada persis di bawahnya. Sejumlah pengendara juga sering salah sangka karena melihat lampu di sisi tengah yang mengarah ke Sukorejo.
Keluhan serupa disampaikan Firman Setiawan, 33, warga Pleret, Pohjentrek yang rutin lewat dari Bangil ke arah Kota Pasuruan. “Seharusnya rantingnya dipangkas, karena pengendara tidak bisa melihat lampu lalu lintasnya. Terutama yang mengarah ke Kota Pasuruan. Soalnya kalau pas sepi, saya pernah kaget ternyata lampunya menyala merah, jadi cepet-cepet ngerem,” ujarnya.
Plt Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Anang Saiful Wijaya mengatakan, jika memang menghalangi traffic light, pihaknya akan segera memotongnya. “Mestinya harus segera dipotong agar tidak mengganggu pengguna jalan,” ujarnya. (eka/rud) Editor : Jawanto Arifin