Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Proyek JLS Bangil Masih Terganjal Pembebasan Lahan

Jawanto Arifin • Kamis, 27 Desember 2018 | 16:09 WIB
Photo
Photo
BANGIL - Rencana Pemkab Pasuruan untuk membangun jalur lingkar selatan (JLS) di Bangil, belum bisa terealisasi dengan cepat. Faktor lahan menjadi kendala untuk memuluskan rencana pembangunan jalan Bangil-Rembang-Beji tersebut.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menjelaskan, pembangunan JLS membutuhkan pembebasan lahan. Sebab, jalan yang ada saat ini sempit.

Lebarnya hanya sekitar 3 meter. Padahal, untuk jalur JLS, setidaknya membutuhkan lebar jalan sekitar 7 meter. "Jadi untuk pelebarannya, membutuhkan pembebasan lahan. Karena tepian jalan sudah merupakan tanah milik warga," kata Cahyo.

Jalan sempit yang dimaksud ada di dua lokasi. Yaitu, di Dusun Nglanglang, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang dan Kolursari, Kecamatan Bangil.

Untuk melebarkannya, diperlukan pembebasan lahan. Namun, belum ada anggaran untuk pembebasan lahan itu. Hal inilah yang menjadi kendala pemkab untuk merampungkan pembangunan JLS tersebut. "Belum ada anggaran untuk pembebasan lahan itu," sambungnya.

Untuk jalur Blawi sampai dengan Oro-oro Ombo Wetan, Kecamatan Rembang, sudah rampung dibangun. Begitupun dengan jalan Sidowayah hingga Yonkav Beji. Yang belum dibangun yaitu Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang dan Kolursari, Kecamatan Bangil menuju Sidowayah, Kecamatan Beji.

Selain pembebasan lahan, juga dibutuhkan jembatan penghubung antara Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang dengan Kolursari, Kecamatan Bangil. "Dananya cukup besar. Pastinya bisa miliran rupiah," tambahnya.

Pemkab memang tak mampu membangunnya karena keterbatasan anggaran. Karena itu, pengajuan anggaran ke pusat maupun pemprov dilakukan. Namun, kata Cahyo, belum ada tambahan anggaran untuk JLS.

Diketahui, keberadaan JLS itu ditujukan untuk mengurai kemacetan Bangil. Jalur tersebut menghubungkan Yonkav Beji hingga Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil.

Sejauh ini, belum seluruhnya jalur tersebut rampung karena masih ada kebutuhan dana untuk pembebasan lahannya. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin
#jls bangil #jalur alternatif #jalur pantura #pemkab pasuruan