Insiden nahas itu berlangsung Rabu sore (12/12) sekitar pukul 15.15. Ketika itu, korban tengah sibuk menggali pasir yang ada di lokasi pertambangan yang telah ditutup di wilayah Beji. Ia melakukan penggalian di bagian bawah tebing.
Padahal, tebing tersebut berisiko ambrol. Ia bahkan sempat diingatkan teman-temannya. Namun, ia terus melakukan penggalian, tanpa mengindahkan imbauan tersebut.
“Sebenarnya sudah diingatkan teman-temannya, agar tidak menggali. Soalnya, banyak kejadian longsor. Tapi imbauan itu tidak dihiraukan. Ia terus menggali, dibagian bawah tebing,” kata Nur Sholeh, kepala Desa Kenep, Kecamatan Beji.
Petaka yang tak diharapkan itupun, akhirnya datang juga. Saat tengah sibuk menggali, tiba-tiba tebing yang digali korban, bagian atasnya longsor. Korban yang tak menyadari ambrolnya tebing tersebut, tak sempat menghindari celaka.
Longsoran pasir langsung menimbunnya. “Tiba-tiba bagian atas longsor dan menimbun Pak Wondo,” terangnya.
Warga yang melihat itu, langsung bergerak untuk melakukan penyelamatan. Namun, upaya itu tak membuahkan hasil. Karena, korban akhirnya meninggal dunia. Korban yang telah meninggal itupun, kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan. (one/fun) Editor : Fandi Armanto