ERRI KARTIKA, Beji
MUHAMMAD Fiqih Maulana baru lulus dari bangku SMK tahun ini. Sebetulnya, ia tengah bersiap mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Ia pun sempat masuk kuliah dan diterima di Jurusan Teknik Listrik di Politeknik Negeri Madura atau Poltera. “Sebenarnya dari awal sudah tahu bakal ikut training karena kemarin menang juara nasional di Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional. Tapi, karena dorongan ortu agar daftar, saya nurut ikut daftar SNMPTN saja,” terangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, kemarin.
Setelah dinyatakan lolos, pihak Poltera pun mempersilakan Fiqih untuk mengundurkan diri demi persiapan WSC. Sehingga, sejak 6 Agustus lalu, Fiqih meninggalkan bangku kuliah dan masuk Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) di Arjosari, Malang.
Selama di Malang, ia akan dibina secara intensif. Selama 5 hari dalam sepekan, yakni Senin sampai Jumat, Fiqih memperdalam ilmunya. Fiqih mengatakan, ia memang tak bisa berleha-leha. Pasalnya, ia harus bersaing dengan juara LKS Teknik Pemasangan Instalasi Tenaga Listrik (TPITL) tahun 2017 asal Ambon. Karena itu, Fiqih harus berusaha lebih giat agar terpilih mewakili Indonesia.
“Pelatihan di Malang benar-benar serius. Belajar dari pukul 07.00 sampai 16.00 dan agar tidak ketinggalan malam belajar sendiri lagi,” jelasnya.
Tentu, rutinitas ini membuatnya penat. Karena itu, berkunjung ke sekolah lamanya, ia anggap mampu mengusir lelahnya rutinitas di P4TK.
Saat hari libur, anak tunggal dari pasangan Syam Sukrat dan Khonsatun itu selalu menyempatkan datang ke sekolah asalnya. “Jenuh pasti ada, juga stres, supaya bisa tetap tenang ya salat, juga puasa Senin dan Kamis agar lebih dekat lagi dengan Allah SWT,” terangnya.
Fiqih pun optimistis lolos mewakili Indonesia ke Rusia tahun depan. Untuk training di Malang sendiri, akan berakhir pada Desember mendatang. Training lebih intensif akan dilanjutkan di Bandung hingga mendekati perlombaan, yakni September 2019 mendatang.
Fiqih sendiri menargetkan bisa berprestasi melebihi kakak seniornya dulu. Yaitu, Wahyu Resa Wardana yang meraih juara ke 9 dunia adan berhak atas excelent medals.
Syaefudin, kepala SMKN 1 Beji sangat bangga karena rutin meloloskan siswanya sampai ke tingkat nasional dan mewakili Indonesia ke tingkat dunia. “Harapannya, untuk tahun depan di Rusia, bisa lebih meningkat prestasinya dibandingkan kakak kelasnya. Juga agar prestasi ini menjadi motivasi adik kelas dan juga siswa lainnya di Pasuruan untuk lebih terpacu meraih prestasi,” jelasnya. (rf/mie)
Editor : Muhammad Fahmi