Kabid Pengawasan di Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ary Widodo menjelaskan, monitoring sudah dilakukan dua kali dalam setahun. Tujuannya, mengecek kandungan pakan yang diproduksi perusahaan.
“Kami sudah dua kali melakukan monev ke produsen-produsen pakan ayam di Kabupaten Pasuruan. Ini, kami lakukan untuk mengecek apakah ada kandungan AGP atau tidak,” jelas Ary.
Dari hasil monev tersebut, pihaknya memastikan tidak ada perusahaan yang memakai AGP sebagai bahan pembuatan pakan ayam. Dengan begitu, pakan ayam di Kabupaten Pasuruan aman dari antibiotik yang bisa mempengaruhi kesehatan konsumen ayam pada jangka panjang.
“Kami sudah ambil sampel dan kami uji di lab. Hasilnya, kami yakinkan tidak ada campuran AGP pada pakan ayam yang diproduksi perusahaan,” tambah dia.
Dikatakannya, sampel itu diambil dari lima perusahaan pakan ayam besar di Kabupaten Pasuruan. Seperti PT Cargill, PT Wonokoyo, dan beberapa perusahaan pakan ayam lainnya.
Diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat mengeluarkan Permentan Nomor 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan. Di dalamnya, ada larangan penggunaan AGP dalam produksi pakan ayam. Salah satu tujuannya, melindungi konsumen ayam. Mengingat, penggunaan antibiotik jangka panjang, tidak baik untuk kesehatan manusia.
Meski sempat ada kontra, namun pemerintah bersikukuh merealisasikan program terebut. Buktinya, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan ke perusahaan-perusahaan. Seperti yang dilakukan Pemkab Pasuruan. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin