Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan Edy Suwanto mengatakan, pembangunan Pasar Bangil membutuhkan dana cukup besar. Setidaknya, dibutuhkan dana Rp 75 miliar untuk merevitalisasi Pasar Bangil. Anggaran ini cukup besar bila ditanggung Pemkab. “Makanya kami coba untuk mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Selain persoalan anggaran, Pasar Bangil juga belum memiliki grand design. Padahal, adanya grand design ini cukup penting untuk pembangunan Pasar Bangil. “Kami masih menunggu pembuatan grand desig-nya juga. Karena saat ini baru pra-design yang dimiliki,” jelasnya.
Keberadaan Pasar Bangil memang menjadi perhatian banyak kalangan. Hal ini tak lepas dari keberadaannya yang dinilai kurang menunjang untuk pasar di wilayah Ibu Kota Kabupaten Pasuruan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan, seharusnya keberadaan Pasar Bangil lebih menunjang. Sehingga, bisa menjadi ikon untuk pasar daerah. “Karena berada di Ibu Kota Kabupaten Pasuruan, seharusnya Pasar Bangil mendapat lebih banyak perhatian,” ujarnya.
Karenanya, menurut Rusdi Sutejo, adanya revitaliasi Pasar Bangil, sangat diperlukan. Supaya pasar ini lebih representatif. “Kalau misalnya ada lahan, relokasi bisa dilakukan. Namun kalau tidak, Pasar Bangil perlu dibangun lebih modern,” ujarnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin