Hal ini diungkapkan Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan, Agung Maryono. Ia menguraikan, wisata petik mangga memang memiliki potensi besar untuk mendatangkan wisatawan. Mengingat, buah mangga klonal 21 yang hanya ada di Kabupaten Pasuruan.
Hanya saja, potensi besar itu bukannya tanpa kendala. Umumnya buah, mangga memiliki masa berbuah atau panen yang terbatas. “Itu yang menjadi kendala. Sehingga, wisata petik buah mangga ini, tidak bisa kontinyu. Dan hanya bisa direalisasikan ketika momen buah mangga tiba,” terangnya.
Ia menguraikan, masa panen buah mangga diperkirakan berlangsung September atau Oktober. Pihaknya bakal menggandeng pemilik pohon mangga di wilayah Rembang untuk mewujudkan wisata petik buah tersebut.
“Kami akan gandeng petani mangga. Supaya, wisatawan yang hendak petik buah mangga, bisa diarahkan ke kebunnya langsung,” bebernya.
Menurutnya, wisata petik mangga perlu dikembangkan dengan penanaman varietas tanaman yang lain. Artinya, ketika masa panen mangga telah berakhir atau belum masuk masa berbuah, wisatawan bisa ditawari buah yang lain.
Dengan begitu, wisata agro di wilayah Kabupaten Pasuruan, terutama Rembang bisa hidup. “Artinya, tidak hanya mengandalkan pohon mangga yang masa panennya musiman. Jadi, di sela-sela tanaman mangga ada buah lain, yang memiliki prospek bagus untuk bisa menjadi pendongkrak wisata buah,” pungkasnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin