Muchaimin, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menegaskan, DLH sebenarnya ingin segera memanfaatkan TPA baru di Wonokerto sejak awal 2018. Namun, saat itu pembangunan sarana prasarana belum berjalan. Karena itu, pemanfaatan TPA baru ditunda dulu sampai fasilitas terbangun.
“Ini, agar pengelolaan sampah di TPA baru juga maksimal. Jangan sampai sampah sudah menumpuk, justru mengganggu proses pembangunan nantinya,” jelasnya.
Menurutnya, DLH Kabupaten Pasuruan sudah mengusulkan anggaran ke pusat untuk pembangunan TPA Wonokerto. Namun, karena kebutuhan untuk TPA sudah genting, DLH pun mengusulkan pendanaan di P-APBD 2018 Kabupaten Pasuruan.
Muchaimin memastikan, pembangunan sarana pendukung dilakukan tahun ini. Seperti jalan dan penerangan. Lalu untuk pembangunan sarana dan prasaran penting, diusulkan melalui P-APBD 2018.
“Kami usulkan di P-APBD tahun ini untuk yang dibutuhkan terlebih dahulu. Yang kami usulkan untuk pembangunan sel timbunan sampah dan memasang geotag (terpal untuk sampah). Juga pembangunan pengolahan air lindi,” jelasnya.
Dijelaskannya, P-APBD diperkirakan didok pada awal September mendatang. Kalau disetujui, diperkirakan pembangunan geotag dan pembuatan sel timbunan sampah dibutuhkan kurang lebih satu bulan.
“Untuk perencanaan saat ini kami sudah buat. Jika didok awal September mendatang, target Oktober sudah bisa dimanfaatkan untuk pembangunan sampah di TPA baru tersebut,” pungkasnya. (eka/hn/mie) Editor : Jawanto Arifin