Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Budi Santoso. Berbekal keterangan beberapa saksi, ia yakin bisa mengungkap kasus tersebut. Sampai Senin (30/7), ada empat saksi yang sudah diperiksa.
“Belum termasuk korban. Karena masih menjalani perawatan dan belum bisa banyak dimintai keterangan. Saksi yang kami dapatkan dari orang-orang yang melihat kejadian tersebut,” terangnya.
Selain keterangan saksi, ada pula rekaman closed circuit television (CCTV) yang diperolehnya. Dari rekaman itulah, terlihat jelas aksi pelemparan bondet tersebut. “Kami juga sudah memiliki rekaman CCTV. Sementara belum bisa kami bagi. Nanti kalau sudah terungkap, bisa kami bagikan,” bebernya.
Sejumlah petunjuk dan keterangan saksi itulah, yang membuatnya yakin siapa pelakunya. “Sudah teridentifikasi. Nanti akan kami beberkan,kalau benar-benar tertangkap. Mohon waktu agar kami bekerja dulu, baru kalau terungkap bisa kami paparkan ke media,” pintanya.
Diketahui, Syahrul Mustofa, 17 dan Rifki Wahyu Ramadan, 18, warga Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, menjadi korban pelemparan bondet. Keduanya dilempar bondet seusai nonton acara musik di wilayah Pilangsari, Desa/Kecamatan Beji.
Mereka disebut-sebut sempat cekcok dengan pemuda lain. Sampai akhirnya, berakhir pada pelemparan bondet. Pelemparan bondet itu terjadi ketika kedua korban berada di jalan depan Bang Kodir, Kecamatan Bangil. Imbas ledakan bondet itu, keduanya mengalami luka serius. (one/mie)
BELUM TERUNGKAP: Korban Syahrul Mustofa dan Rifki Wahyu Ramadan yang alami luka serius usai terkena ledakan bondet, Minggu dinihari (29/7). (Dokumen Jawa Pos Radar Bromo) Editor : Jawanto Arifin