BANGIL, Radar Bromo — Rangkaian panjang pencarian ide kreatif di Kabupaten Pasuruan mencapai puncaknya.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) resmi menutup maraton sosialisasi Lomba Inovasi Kabupaten Pasuruan Maju Sejahtera dan Berkelanjutan (INOPAMAS) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/3).
Pertemuan tersebut menandai berakhirnya safari sosialisasi yang sebelumnya telah menyisir 24 kecamatan.
Pada hari terakhir event kerja bareng Jawa Pos Radar Bromo ini, sasaran difokuskan secara spesifik dalam dua sesi.
Sesi pertama untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sesi kedua bagi kalangan dunia pendidikan.
Kabid Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Pasuruan Rosalina Yunita Chandra menyatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan semua elemen, mulai dari birokrasi hingga akar rumput di tingkat kecamatan, memiliki pemahaman yang sama terkait standar inovasi yang diharapkan.
“Hari ini adalah titik terakhir setelah sebelumnya kami menyasar 24 kecamatan. Kami ingin mengunci komitmen dari OPD dan jajaran pendidikan agar bisa menyuguhkan inovasi yang berkualitas dan berdampak luas,” ujar Rosalina.
Menurut Rosalina, INOPAMAS tahun ini menuntut adanya kebaruan yang lebih tajam dan keberlanjutan yang terjamin.
Ia menegaskan bahwa inovasi yang dicari, bukan sekadar aplikasi atau program baru.
Melainkan solusi nyata yang mampu menjawab tantangan pelayanan publik, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami menekankan agar inovasi yang lahir nanti, benar-benar bisa diimplementasikan secara konsisten, bukan hanya sekadar untuk menggugurkan kewajiban administratif lomba saja,” imbuhnya.
Setelah tuntasnya sosialisasi ini, para peserta kini memasuki tahapan penggalian ide dan pendaftaran karya.
Bapperida berharap, dari hasil jaring aspirasi dan kreativitas di 24 kecamatan serta instansi pemerintah ini, akan muncul terobosan-terobosan baru yang mampu membawa Kabupaten Pasuruan meraih prestasi di tingkat nasional. (tom/one/*)
Editor : Fahreza Nuraga