BANGIL, Radar Bromo – Wacana penggunaan hak interpelasi terhadap mutasi jabatan di lingkungan Pemkab Pasuruan, pupus di tengah jalan.
Usulan dua fraksi dalam rapat paripurna internal di DPRD Kabupaten Pasuruan, kemarin (7/3) bertepuk sebelah tangan.
Forum itu hanya menyepakati pembentukan panitia khusus (pansus) untuk menelusuri persoalan Kopi Kapiten yang jadi polemik.
Rapat paripurna tertutup itu berlangsung sekitar dua jam. Ada dua fraksi yang semula mengusulkan hak interpelasi. Yakni Fraksi PKB dan PPP.
Hanya saja, hak interpelasi dipastikan urung lantaran tak disepakati fraksi-fraksi lain.
“Dua fraksi sudah menyampaikan argumentasinya. Pada intinya, interpelasi penting untuk mengetahui banyak hal yang dirasa tidak sesuai dalam mutasi jabatan. Tetapi mayoritas menyatakan tidak perlu. Ya sudah,” kata Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan.
Lain halnya dengan usulan pembentukan pansus menyikapi polemik Kopi Kapiten. Kasus yang bermula dari pencoretan logo gambar pada kemasan gelas itu tampaknya cukup menggelitik.
Para legislator malah menyetujui pembentukan pansus untuk mengusut lebih jauh Kopi Khas Kabupaten Pasuruan itu.
Pansus yang diberi nama Tata Kelola Kopi Khas Kabupaten Pasuruan itu diketuai Najib.
“Kalau pansus, disepakati semua anggota secara bulan,” kata Dion, panggilannya.
Menurutnya, pansus dibentuk dengan 15 anggota lintas fraksi.Distribusi anggota fraksi dalam pansus itu dilakukan proporsional.
Dengan begitu, pansus sudah bisa menjalankan tugasnya paling lama sampai enam bulan ke depan.
“Artinya pansus sudah punya kewenangan bila perlu menghadirkan pihak-pihak terkait. Baik dari kalangan pemerintah, maupun swasta. Bahkan menghadirkan pakar-pakar bila memang diperlukan,” terang Dion.
Ketua Pansus Tata Kelola Kopi Khas Kabupaten Pasuruan Najib mengaku akan mengurai permasalahan kopi itu secara menyeluruh.
Ia sendiri mengaku tak banyak tahu soal Kopi Kapiten yang selama sepekan terakhir menjadi polemik, lantaran pencoretan logo pada kemasan gelas.
“Selama ini saya belum pernah tahu dan merasakan apa itu Kopi Kapiten. Kalau memang itu unggulan Kabupaten Pasuruan, kan di warung-warung mestinya ada. Nah kami masuknya dari situ dulu,” kata Najib.
Legislator PKS itu juga memastikan akan memanfaatkan masa kerja pansus sebaik mungkin.
Bahkan, ia mengupayakan pansus sudah menyelesaikan tugasnya sebelum tenggat waktu yang diberikan.
Ia juga berharap hasil kerja pansus membuat persoalan Kopi Kapiten terang benderang.
“Sehingga masyarakat bisa tahu apa sih sebenarnya Kapiten itu,” ungkap Najib.
Pansus juga akan menelusuri siapa sebenarnya yang mencetuskan Kopi Kapiten.
Dan bila dijadikan program pemerintah, bagaimana pengelolaan anggarannya.
“Anggarannya dari mana dan golnya seperti apa. Banyak hal lah yang nanti jadi concern kami. Mohon doanya saja,” bebernya. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi