Kaum Hawa Patut Waspada, Ada Pelaku Teror Pornografi, Warga Pekuncen Pernah Jadi Korban

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Warga Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sedang resah. Seorang lelaki tak dikenal bersikap porno dengan menunjukkan alat kelaminnya pada sejumlah warga.

Peristiwa ini terjadi Jumat (29/11) di Jalan dr. Wahidin Sudirohusodo. Pelaku pun terbilang nekat. Siang hari saat warga sedang salat Jumat, pelaku menunjukkan alat kelaminnya pada korban. Dia menunjukkan alat kelaminnya dari dalam mobil Avanza putih yang ditumpanginya.

Setidaknya, ada dua perempuan yang jadi korban pelecehan itu. Yaitu, T, 22 dan ibunya, sebut saja J, pedagang cilok di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo.

Saat itu, penjual cilok M, 60, bersiap salat Jumat. Karena itu, dia menitipkan dagangannya pada anaknya, T dan istrinya, J, sekitar pukul 12.00.

“Peristiwa itu terjadi saat orang sedang salat Jumat. Ia melakukannya di depan dagangan saya,” ungkapnya.

Tak lama setelah ditinggal ke masjid, datang sebuah mobil Avanza berwarna putih. Mobil lantas berhenti tepat di depan rombong cilok.

Awalnya, anaknya mengira pria ini hendak membeli cilok. Namun, ternyata dia tetap di atas mobilnya. Lelaki itu lantas membuka jendela sebelah kiri dan menunjukan kemaluannya pada T.

“Mobil itu sempat berhenti di timur rombong dagangan saya. Kemudian ia mundur dan berhenti tepat di sini,” jelasnya.

Pria itu lantas memanggil putrinya dengan seruan mbak, berulang kali. Ia lantas memainkan kemaluannya. Mengetahui hal ini, putri dan istrinya membuang muka. Aksi ini dilakukan sekitar 30 menit.

“Anak saya yang mengetahui pertama kali. Ia lantas meminta istri saya untuk tidak menoleh,” katanya.

Menurut pengakuan T, pelaku memiliki ciri-ciri usia sekitar 40 tahun. Pelaku berjambang, berkumis, memakai kemeja, berdasi, berbadan tinggi, dan bertubuh besar.

Saat melakukan aksi tidak senonoh ini, pelaku hanya sendirian di dalam mobil. Pelaku baru pergi usai melihat warga turun dari masjid.

“Anak saya sempat memotret mobil avanza pelaku saat pergi. Mau divideo, cuma dia takut,” jelas M.

Ia mengaku aksi teror ini bukanlah yang pertama dialami oleh keluarganya. Beberapa waktu lalu, istrinya pernah mengalami hal serupa. Namun, peristiwa ini tidak pernah dilaporkan ke polisi.

Terhitung, dengan peristiwa Jumat lalu, aksi teror ini sudah terjadi untuk yang ketiga kalinya. Ia sendiri tidak menyangka teror itu kembali terulang.

Namun, aksi Jumat lalu disebutkannya lebih nekat daripada sebelumnya. Sebab, saat aksi ini terjadi, T sedang menjaga rombong cilok dagangannya bersama istri dan adiknya.

“Anak saya sudah membuang muka. Begitu pula istri saya. Namun, pelaku tetap melakukan aksinya,” sebut M.

Karena itu, pihaknya berharap agar kepolisian segera menangkap pelaku. Tujuannya, agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Takutnya, pelaku melakukan aksi serupa pada orang-orang lain. Ini kan membahayakan,” pungkas M.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menjelaskan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Namun, pihaknya tetap melakukan penyidikan.

Pihaknya akan mengecek lokasi kejadian yang disebut sebagai lokasi teror itu. Termasuk meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi.

Mantan Kapolsek Purwodadi ini berharap masyarakat berani melapor jika merasa menjadi korban kejahatan apapun. Termasuk teror dengan menunjukkan alat kelamin.

Menurutnya, pelaku yang mempertontonkan alat kelamin di muka umum bisa dijerat pasal 36 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi. Dan bisa dikenakan pidana paling lama 10 tahun.

“Perilaku kejahatan apapun hendaknya dilaporkan ke polisi. Agar bisa segera ditangani oleh pihak berwajib,” sebut Slamet. (riz/fun)