Nasib Proyek Lisda Sapikerep: Bakal Koordinasikan dengan PLN

SUKAPURA, Radar Bromo – Nasib listrik daerah (lisda) di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, masih belum jelas. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo belum memutuskan sikap terhadap keberadaan Lisda di Desa Sapikerep.

Agar proyek ini tak sia-sia, Bappeda Kabupaten Probolinggo akan jalin koordinasi dengan PLN Pasuruan. Dengan begitu proyek yang diharapkan bisa menyalurkan listrik ke beberapa dusun di Sapikerep, bisa terealisasi.

Hal itu disampaikan Tutug Edi Utomo, selaku Kepala Bappeda Kabupaten Probolinggo. Saat dikonfirmasi Tutug mengatakan, tentunya pihakya tidak akan melepaskan atau membiarkan proyek Lisda 2014 itu begitu saja. Oleh karena itu, pihaknya akan segera koordinasi dengan pihak PLN Pasuruan dalam waktu dekat.

“Nanti kami masih akan rapat koordinasikan dengan OPD (organisasi perangkat daerah), termasuk PLN Pasuruan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Tutug menegaskan, pihaknya tidak ada niatan untuk membiarkan atau membuat proyek Lisda terbengkalai. Hanya saja, perlu dilakukan koordinasi lintas instansi dan pihak. Supaya, bisa menyamakan persepsi dan bisa disikapi bersama.

“Harus duduk bersama dulu untuk mencarikan solusinya. Nanti kami akan komunikasikan dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Eddwi Kurniyanto melalui Kasat Reskrim AKP Rizki Santos saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya terus menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan listrik daerah senilai Rp 1 miliar. Pihaknya pun memastikan, akibat proyek Lisda yan diduga bermasalah, masyarakat menjadi korban langsung. Sebab, masyarakat tidak bisa menikmati aliran listrik masuk.

“Masih tahap penyelidikan mas. Kami terus kumpulkan alat bukti untuk bisa menaikkan ke tahap penyidikan,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan, pembangunan listrik daerah (lisda) di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menyisakan sejumlah masalah. Di antaranya, belum bisa dimanfaatkan untuk mengaliri listrik ke Dusun Ngelohsari Pusung Malang, Desa Sapikerep. Bahkan, kondisi jaringan lisda itu terbengkalai. Ini terjadi karena rencana MoU antara PLN dengan Pemkab Probolinggo, tak kunjung terealisasi.

Pemkab berencana menghibahkan jaringan lisda itu ke PLN. Namun kenyataannya, setelah disepakati dengan MoU, turun aturan dari pusat yang melarang PLN menerima hibah dari sesama BUMN ataupun pemerintah daerah.

Proyek ini bahkan sekarang diselidiki Polres Probolinggo. Pasalnya, pengadaan proyek lisda tahun 2014 itu, diduga ada penyimpangan. Bahkan, hingga saat ini jaringan listrik itu belum bisa difungsikan. Proyek pengadaan lisda di Desa Sapikerep Sukapura ini merupakan anggaran dari APBD 2014. Dengan nilai anggaran Rp 1 miliar. Harapannya, proyek lisda ini bisa menuntaskan satu dusun yang belum teraliri listrik. (mas/fun)