Booking Online untuk Tiket Masuk Wisata Gunung Bromo Tak Maksimal

TETAP MENARIK: Sejumlah warga berwisata ke kawasan Gunung Bromo, beberapa waktu lalu. Mulai 1 Desember TNBTS mewajibkan rombongan wisatawan mem-booking tiket secara online. (Jawa Pos Radar Bromo Photo)

Related Post

SUKAPURA, Radar Bromo – Kebijakan keharusan wisatawan memesan tiket secara online untuk masuk kawasan Gunung Bromo, ternyata tak berjalan maksimal. Karenanya, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali mempertegas kebijakan yang sejatinya harus dijalankan sejak 1 Oktober itu.

TNBTS kembali mengeluarkan surat sebagaimana yang sudah beredar. Mulai 1 Desember 2019, pengunjung rombongan (travel agen, operator wisata, guide) harus membeli tiket secara online.

Kepala Seksi I TNBTS Sarmin membenarkan adanya kebijakan pelayanan tiket masuk wisata Gunung Bromo ini. Menurutnya, kebijakan ini seharusnya berlaku mulai 1 Oktober. Pelayanan tiket masuk pengunjung di loket masuk hanya dilayani pada jam kerja. Sementara, di luar jam kerja harus melalui booking online.

“Penerapan booking online Bromo merupakan hasil kesepakatan peserta rakor (rapat koordinasi) pelaku jasa wisata yang diselenggarakan 4 Mei 2019 lalu. Kesepakatan itu ditandatangani oleh 49 orang perwakilan peserta dari kurang lebih 150 orang peserta yang hadir,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, diakui Sarmin, selama Oktober 2019, ternyata booking online masih belum berjalan optimal. Bahkan, tidak berjalan sama sekali. Karena itu, TNBTS kembali mengeluarkan surat dan mempertegas kebijakan booking online diberlakukan sejak 1 Desember. Khususnya, bagi pengunjung rombongan.

“Kalau sejak 1 Desember ini berlaku wajib bagi rombongan. Jika pengunjung perorangan mulai berlaku sejak 1 Januari 2020. Tapi, jika pengunjung perorangan itu ingin booking online, sekarang bisa,” ujarnya.

Sarmin menegaskan, kebijakan booking online ini tidak hanya mencegah kebocoran retribusi tiket masuk. Tetapi, semata-mata ditujukan untuk meningkatkan dan memudahkan pelayanan pengunjung. Sekaligus meningkatan optimalisasi pengelolaan TNBTS. “Awal kebijakan pro-kontra, itu biasa. Dulu retribusi Gunung Semeru sama, sekarang sudah berjalan booking online,” ujarnya. (mas/rud)