APBD 2020 Kab Pasuruan Disahkan Dini Hari Jelang Deadline

JELANG DINI HARI: Suasana paripurna pengesahan APBD 2020 di ruang sidang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Sabtu (30/11) malam. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Setelah melalui pembahasan panjang nan alot, Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) 2020 Kabupaten Pasuruan akhirnya disahkan. Pengesahannya dilakukan menjelang deadline pembahasan yang ditetapkan pemprov pada Sabtu (30/11) malam.

Pasalnya, pembahasan yang dilakukan di tingkat komisi, belum mencapai titik final. Hingga sekitar pukul 22.00, finalisasi antara banggar dan timgar tercapai.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kantor DPRD Kabupaten Pasuruan sejatinya sudah dijubeli undangan. Undangan paripurna tersebut tak lain adalah pejabat di lingkungan Pemkab dan juga kecamatan.

Mereka sudah ada di kantor terhormat itu sejak pukul 19.00. Namun, hingga pukul 21.00 belum ada tanda-tanda paripurna dilangsungkan. Hingga sekitar pukul 23.00 kemudian, paripurna bisa dilangsungkan.

Paripurna pengesahan APBD 2020 itu diawali dengan pandangan komisi-komisi. Mereka sepakat agar R-APBD 2020 bisa disetujui untuk disahkan menjadi perda APBD 2020.

Palu pengesahan R-APBD itu akhirnya diketuk jelang injury time. Dari pengesahan tersebut, kekuatan anggaran belanja daerah mencapai Rp 3,8 triliun. Sementara pendapatan daerah mencapai Rp 3,5 triliun.

Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya. Rencana awal, APBD 2020 diproyeksikan hanya mencapai Rp 3,6 triliun.

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyampaikan ada beberapa penambahan anggaran yang dilakukan. Seperti kenaikan insentif untuk guru Sukwan ataupun PAUD. Sehingga, anggaran daerah menanjak.

“Ada beberapa program prioritas yang kami rencanakan di tahun 2020. Selain peningkatan pelayanan kepada masyarakat, juga kaitannya dengan pendidikan karakter,” jelas Irsyad.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan menuturkan, pengesahan R-APBD 2020 memang sempat mengalami penundaan. Karena belum adanya sinkronisasi anggaran antara apa yang diusulkan eksekutif dan legislatif dengan ketersediaan anggaran.

Semula, agenda rapat paripurna digelar pukul 19.00. Namun, baru bisa terlaksana sekitar pukul 23.00. “Pembahasan memang sempat belum ada titik temu. Tapi, itu semua sudah tidak masalah. Buktinya, APBD 2020 bisa disahkan,” jelasnya. (one/mie)