2020 Kembali Rehab Sarpras Banyubiru dari DAK Pusat

WINONGAN, Radar Bromo – Banyubiru saat ini jadi wisata andalan Pemkab Pasuruan. Tercatat, wisata yang terletak di Kecamatan Winongan ini paling tinggi menyumbang retribusi dari sektor pariwisata.

Padahal, kondisi sarana dan prasarana (sarpras) Banyubiru saat ini mulai banyak yang rusak. Kondisi itu pun jadi perhatian. Tahun depan, wisata tirta itu bakal kembali dikucuri anggaran untuk rehab sarprasnya.

Rehabnya bakal diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK). Hal tersebut diungkapkan oleh Gunawan Wicaksono, sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan.

Gunawan mengatakan, sebagai salah satu wisata penunjang sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Pemandian Alam Banyubiru juga menjadi wisata yang diperhatikan untuk dilengkapi fasilitas dan sarprasnya.

“Seperti tahun 2019 ini, ada pembangunan 8 titik gazebo di Banyubiru. Tahun depan juga akan ada perbaikan sarpras dan tambahan fasilitas dari DAK pusat,” terangnya.

Dikatakannya, untuk tahun depan anggaran perbaikan sarpras ini mencapai Rp 570 juta. Anggaran ini direncanakan untuk pembangunan gapura depan Banyubiru juga perbaikan sarpras yang rusak.

Perbaikan sarpras itu seperti kondisi langit-langit yang bolong dan perbaikan minor lainnya. “Memang ada sarpras yang sudah lama dan rusak. Dalam DAK nanti juga untuk perbaikan salah satunya langit-langit yang bolong,” terangnya.

Diharapkan dengan perbaikan sarpas dan tambahan pembangunan gapura tahun depan. Lebih meningkatkan kenyamanan pengunjung.

Diketahui, tahun ini di wisata Banyubiru ada sejumlah rehab. Yakni, pembangunan 8 gazebo dengan anggaran Rp 430 juta dari DAK pusat.

Dari catatan Disparbud, realisasi penerimaan tiket sampai akhir November kemarin sudah mencapai Rp 789 juta. Jumlah ini sudah lebih tinggi dari realisasi penerimaan tiket di tahun 2018 yang tercapai Rp 742 juta. (eka/mie)