Ini Vonis 3 Pelaku Penganiayaan di Alun-alun Pasuruan yang Tewaskan Korban

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – RN, 18; FH, 16; dan FR, 17 hanya bisa menangis sesenggukan saat majelis hakim menyampaikan putusannya. Ketiga pelaku yang terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban Rozali, warga Lekok, tewas di Alun-alun Kota Pasuruan Oktober silam ini, diputus berbeda.

Dalam persidangan yang dihelat di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan, kemarin (29/11), ketiganya terbukti melakukan penganiayaan pada Rozali hingga menyebabkan korban tewas. Atas putusan yang disampaikan dalam ruang sidang anak ini, ketiga terdakwa dan pihak keluarga mengaku menerima.

Dalam sidang itu, RN, warga Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, diputus tujuh tahun pidana penjara. Putusan ini sama dengan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) PN Pasuruan.

Sementara FH, warga Desa Patuguran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan dan FR, warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, dijatuhi masing-masing dengan empat tahun pidana penjara. Putusan ini lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya lima tahun penjara.

Humas PN Pasuruan Rahmat Dahlan mengungkapkan hal yang memberatkan terdakwa karena perbuatannya meresahkan korban dan pihak keluarga. Sementara yang meringankan ketiganya mengakui dan menyesal serta mereka belum pernah dihukum.

“Ketiganya dimasukkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) anak kelas I di Blitar. Cuma memang berbeda putusannya. Karena FH dan FR hanya membantu bukan mengeksekusi korban. Mereka tidak berniat membunuh, hanya ingin memberikan pelajaran,” ungkapnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Sudiono menyebut ketiga terdakwa sudah menerima putusan dalam persidangan itu. Atas nama perwakilan dari pihak keluarga, pihaknya turut berduka cita pada keluarga korban yang ditinggalkan.

“Kami menerima. Justru terdakwa ingin meminta maaf pada keluarga korban. Mereka telah menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” sebutnya.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pasuruan Hafidi mengaku pihaknya sudah menerima putusan itu. Sebab, peradilan yang dilakukan sudah sesuai dengan ketentuan peradilan anak yang berlaku.

“Kami juga menerima. Ini sudah sesuai dengan tuntutan kami. Toh mereka sudah menyesalinya. Dan mereka menerima. Jadi kami pun menerima,” terangnya. (riz/mie)