Dituding Fitnah Istri Bupati Pasuruan, Ketua LSM Dilaporkan ke Polisi

LAPORAN: Suryono Pane dan Mamat, tim kuasa hukum Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf melaporkan Ismail Makki atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Ny. Lulis, istri Bupati Irsyad. (Foto: Iwan Andrik/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Ismail Makki, ketua LSM Forum Komunikasi Masyarakat Timur (Format) dilaporkan ke polisi. Hal itu dipicu pernyataan kontroversialnya.

Makki –sapaannya-, menyeret Ny. Lulis Ratnawati, istri Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam perkara dugaan korupsi di Dispora Kabupaten Pasuruan. Makki menyebut, Lulis menerima aliran dana dugaan korupsi di Dispora.

Pernyataan Makki ini dinilai sebagai fitnah pada Lulis. Karena itu, tim pengacara Bupati Pasuruan, Jumat (29/11) melaporkan Makki ke Polres Pasuruan.

Ketua Tim Kuasa Hukum Bupati Pasuruan Suryono Pane mengungkapkan, ada pernyataan berbau fitnah yang dilontarkan terlapor atas Lulis. Pernyataan itu disampaikan kepada wartawan saat pertemuan di kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Rabu (27/11).

Dalam pernyataan tersebut, Makki menyebutkan Lulis telah menerima aliran dana dugaan korupsi di Dispora. Padahal, tidak ada bukti atas pernyataannya itu. Bahkan, dalam fakta persidangan kasus dugaan korupsi di Dispora, terdakwa Lilik tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti yang disampaikan Makki.

“Ini jelas menyinggung perasaan klien dan istri klien kami. Tanpa ada bukti, tapi terlapor berani memberikan pernyataan bahwa istri klien kami menerima aliran dana tersebut,” sampainya.

Kliennya dalam hal ini Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf sudah memberikan toleransi agar yang bersangkutan meminta maaf. Namun, toleransi tersebut tidak digubris. Bahkan, yang bersangkutan bersikukuh tidak menyampaikan apa yang diucapkan.

“Kami sudah memberi waktu 1 x 24 jam agar terlapor meminta maaf atas pernyataannya. Tapi, terlapor tidak punya iktikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Justru malah bersikukuh bahwa ia tidak menyatakan hal kontroversial itu,” tandasnya.

Hal inilah yang kemudian membuat kliennya memilih untuk menempuh jalur hukum. Karena pernyataan tersebut bukan lagi sebuah kritikan kepada jalannya pemerintahan. Tetapi, lebih menyerang personal.

Ia menegaskan, sudah mengantongi alat-alat bukti. Termasuk bukti rekaman ucapan Makki yang menyinggung istri kliennya telah menerima aliran dana tersebut.

“Kami sudah punya bukti. Salah satunya rekaman pembicaraan yang telah kami serahkan ke pihak kepolisian. Kami lakukan pelaporan atas tuduhan fitnah, pencemaran nama baik, bahkan nantinya bisa UU ITE,” sambungnya.

Terkait laporan tersebut, Ismail Makki mengaku, belum bisa memberikan komentar. Sebab, ia tidak mengetahui laporan apa yang dilayangkan untuknya. “Kami belum bisa komentar untuk saat ini. Karena terus terang, kami belum tahu seperti apa laporannya,” jelasnya.

Belum ada tanggapan dari pihak kepolisian. Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adrian Wimbarda belum menjawab saat dihubungi melalui sambungan selulernya. Kendati begitu, salah satu petugas SPKT menyebutkan sudah menerima laporan tersebut, untuk kemudian akan diproses sesuai ketentuan. (one/hn)