Carry Terbakar saat Angkut BBM, Disinyalir Timbun Bahan Bakar

DIDEREK: Mobil Suzuki Carry yang terbakar di SPBU Kasbah, Selasa (26/11) siang. Usai insiden tersebut, polisi melakukan penyelidikan. Nampak sopir mobil (baju oranye) yang enggan saat dimintai keterangan kronologis. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Insiden mobil terbakar, kembali terjadi di Probolinggo. Setelah pertengahan Agustus silam sebuah mobil Suzuki Carry terbakar di SPBU Clarak, kemarin (26/11) insiden serupa terjadi di SPBU Kasbah, Kota Probolinggo. Mobil yang terbakar jenisnya sama yakni Suzuki Carry. Penyebabnya juga diperkirakan sama yakni akibat korsleting.

Namun, kondisinya berbeda dengan insiden yang terjadi di SPBU Clarak. Jika di SPBU Clarak mobil terbakar usai mengisi bahan bakar minyak (BBM). Sementara insiden mobil terbakar di SPBU Kasbah terjadi setelah mobil beberapa kali mengisi BBM. Ada dugaan saat terbakar, mobil sedang mengangkut jeriken berisi BBM dan ditengarai untuk ditimbun.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo kemarin, kebakaran mobil Suzuki Carry warna cokelat nopol N 1218 SO yang mengangkut BBM itu terjadi sekitar pukul 07.30. Saat itu mobil yang belum diketahui identitas pengemudinya tersebut, tengah berada di sisi barat lingkup SPBU Kasbah. Karena diduga terjadi korsleting, tiba-tiba mobil itu mengeluarkan api dan terjadi kebakaran.

Beruntung, kebakaran bisa segera tertangani. Sehingga, tidak sampai membesar dan menelan korban jiwa. Hanya saja insiden itu sempat membuat panik pengunjung maupun karyawan SPBU yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta.

“Kejadian sekitar pukul 07.30. Saya gak tahu pasti, kayaknya mobil itu masih antre,” kata salah satu petugas SPBU yang enggan sebutkan namanya.

Petugas yang mengenakan topi itu mengatakan, saat terjadi kebakaran, sejumlah petugas SPBU dibantu warga langsung mendorong mobil itu ke sisi selatan. Karena dikhawatirkan kebakaran itu membesar dan merembet sampai tangki pengisian BBM.

BAWA JERIKEN: Saat terbakar, mobil tengah membawa jeriken berisi BBM. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Tadi (kemarin, Red) cepat Mas kebakarannya. Teman-teman juga langsung dorong ke belakang karena takut membesar. Untungnya bisa segera dipadamkan dengan manual,” katanya.

Anehnya, sekitar pukul 08.30, mobil yang terbakar tersebut sempat tidak ada di lokasi kejadian. Rupanya, mobil itu sudah diamankan oleh pemiliknya.

Keanehan juga diungkapkan pengunjung yang sempat melihat saat mobil terbakar. Menurut pengunjung yang ditemui di lokasi, sebelumnya mobil terlihat beberapa kali mengisi BBM jenis premium. Setelah mengisi BBM, mobil tersebut menepi. Diduga saat itu, sopir memindahkan BBM jenis premium dari tangki yang baru diisi ke dalam jeriken. Kemudian mengantre lagi untuk mengisi BBM.

Namun, tidak lama kemudian, mobil itu berhasil ditemukan dan diamankan oleh petugas (sekitar lokasi). Mobil tersebut langsung diderek menggunakan mobil patroli polisi.

Tidak berhenti di situ, mobil patroli dengan posisi derek mobil Carry itu berhenti di depan SPBU sisi barat. Nah, di situ petugas mengamankan banyak jeriken isi BBM dari bangunan sebelah barat SPBU Kasbah. Diduga, jeriken itu yang diangkut oleh mobil Carry dan disembunyikan.

Sayangnya, sopir mobil Carry enggan dimintai keterangan. Pria yang mengenakan pakaian warna oranye itu menghindar saat ditanya soal identitas ataupun kronologi. Pria tersebut enggan menjawab dan langsung pergi.

Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang saat dikonfirmasi mengatakan, masih menyelidiki kasus kebakaran mobil angkut BBM tersebut. Pihaknya masih belum dapat memastikan penyebab terjadinya kebakaran tersebut. Karena masih tahap pemeriksaan saksi-saksi.

“Kami masih belum tahu siapa pengemudi dan kronologinya yang benar. Karena masih tahap penyelidikan,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dugaan adanya penimbunan BBM, kata Kasat, masih dalam penyelidikan kepolisian. ”Masih tahap pemeriksaan saksi-saksi, Mas. Supaya tahu kejelasannya seperti apa,” ujarnya. (mas/fun)