Pelaku Pembacokan di Warkop Rembang Dibekuk, Tuduh Korban Mata-Mata Polisi

BANGIL, Radar Bromo – Berakhir sudah cerita pelarian M. Thoriq, 27, warga Desa Tampung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dari kejaran polisi. Ia menyerah setelah digerebek di rumahnya.

Meski sempat berusaha kabur, namun pelariannya sia-sia. Petugas akhirnya berhasil mengejar dan menciduknya di area persawahan tak jauh dari rumahnya. Ia ditangkap anggota Buser Satreskrim Polres Pasuruan, Selasa (12/11) sore.

Ia ditangkap bukan tanpa alasan. Lelaki yang indekos di wilayah Pandaan itu, disebut-sebut terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan. Korbannya, Kholid, 30, warga Desa/Kecamatan Rembang.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofik Ripto Himawan menguraikan, tersangka melancarkan aksi pembacokan itu Selasa, 9 Mei 2019. Ia melancarkan aksi tersebut tidak sendirian. Melainkan bersama rekannya, Taufik yang tertangkap duluan gara-gara terlibat kasus lain.

Menurut Rofik –sapaan akrab- Rofik Ripto Himawan, keduanya mendatangi warung kopi di wilayah Rembang, sekitar 21.30. Ketika itu, korban memang tengah cangkrukan di warung kopi tersebut. “Mereka mengendarai motor Suzuki Satria ke warung kopi tersebut,” kata Rofik.

Sambil membawa celurit, keduanya mendatangi korban. Begitu sampai, tersangka langsung membacokkan celurit yang dibawanya itu ke arah korban. Tidak hanya sekali, tetapi tiga kali.

Bahkan, ia sempat melontarkan kata kotor dan menuduh korban adalah mata-mata polisi. “Tersangka membacokkan tiga kali celurit itu ke kepala korban,” sambungnya.

Usai melihat korban berlumuran darah, keduanya memilih kabur. Mereka menuju indekosan Thoriq yang ada di wilayah Pandaan. Sementara korban dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan.

Dari kejadian itulah, petugas kemudian bergerak melakukan pengejaran. Hingga akhirnya, Taufik berhasil ditangkap dalam perkara lain. Dari keterangan Taufik itulah, polisi berhasil mengorek informasi. Kalau aksi pembacokan itu dilakukan Thoriq.

Petugas pun mengejarnya dan berhasil menciduknya. Ketika itu, ia tengah pulang ke rumahnya. Namun, kedatangan petugas sempat diketahuinya. Ia berusaha kabur. Tapi, tak terlalu jauh. Petugas akhirnya berhasil menangkapnya di area persawahan di kampungnya.

Kini, karena ulahnya itu, tersangka dijerat pasal 170 KUHP jo pasal 351 KUHP. Ia terancam hukuman lima tahun penjara. “Berdasarkan penyidikan yang dilakukan, tersangka pernah dipenjara kasus begal. Ia pernah dipenjara selama tiga tahun di Rutan Bangil, tahun 2014. Tersangka juga pernah terlibat aksi pembacokan di lokasi lain,” jelasnya. (one/mie)