Empat Hari, Tahan Tujuh Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Kab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Pasuruan seperti tidak pernah ada habisnya. Meski sudah banyak pelakunya ditangkap, peredaran barang haram itu tidak pernah mati.

Hal itu terbukti dari ungkap kasus yang dilakukan Satresnarkoba Polres Pasuruan. Selama sepekan, kepolisian berhasil mengungkap setidaknya lima kasus penyalahgunaan narkoba. Dari ungkap kasus itu, ada tujuh orang yang dijebloskan ke penjara.

Kasatresnarkoba Polres Pasuruan Iptu Sugeng Prayitno menuturkan, ungkap kasus itu berlangsung 16 hingga 19 November 2019. Hanya dalam empat hari itu, petugas berhasil mengungkap lima kasus penyalahgunaan narkoba.

Total ada tujuh tersangka yang dijebloskan ke penjara. Dari itu semua, ada 22,04 gram sabu-sabu yang diamankan. “Ada tujuh tersangka yang kami amankan dari ungkap beberapa kasus tak sampai sepekan ini,” tandas Sugeng.

Ia menyampaikan, mereka yang ditangkap itu tidak hanya pengguna. Tetapi, juga ada yang menjadi kurir ataupun pengedar.

Berbagai hal menjadi alasan mereka terjun di dunia hitam. “Ada yang bertujuan untuk menambah penghasilan. Ada pula untuk stamina dan berbagai alasan lain,” urainya.

Hal ini, yang membuat pelaku penyalahgunaan narkoba terus bermunculan. Mereka tergiur keuntungan dari bisnis haram tersebut.

Salah satu pelaku penyalahgunaan narkoba, Sony Arif Rebot, 31, menuturkan ia ditangkap Sabtu (16/11). Ketika itu, ia tengah bersantai di indekosnya yang ada di Karangjati, Kecamatan Pandaan, sekitar pukul 00.30. “Polisi datang dan menangkap saya,” tuturnya.

Lelaki yang bekerja sebagai buruh pabrik ini, nekat menjadi kurir sabu-sabu karena untuk mendapatkan keuntungan. Satu gramnya, ia bisa mengantongi keuntungan hingga Rp 200 ribu.

Dari penggerebekan itu, petugas mengamankan setidaknya 13,74 gram sabu-sabu yang dibungkus kantong plastik kecil. Petugas juga mengamankan sebuah pipet kaca dengan sisa sabu-sabu seberat 2,81 gram. Serta sejumlah barang bukti lain, termasuk handphone, timbangan, dan yang lain.

Karena ulahnya itulah, ia disangkakan melanggar pasal 114 jo pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman 10 tahun penjara. (one/mie)