Bisa Berangkatkan Calon Sendiri Tanpa Koalisi, Mengapa Golkar dan PKB Belum Munculkan Calon?

PASURUAN, Radar Bromo – Berbeda dengan beberapa partai politik yang mulai membuka pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali). Dua parpol yang menguasai DPRD Kota Pasuruan, PKB dan Golkar, justru belum bergerak terang-terangan. Sinyalemen bahwa dua parpol itu menyiapkan kader internal dalam Pilwali 2020 pun menguat.

Secara tersirat, hal ini pun diungkap Sekretaris DPC PKB Kota Pasuruan Abdullah Junaidi. Jun –sapaannya- optimistis, PKB akan mengusung kader internal sebagai bacawali. Mengingat, PKB memiliki delapan kursi di DPRD Kota Pasuruan. Artinya, syarat minimal 20 persen kursi sebagai modal pada Pilwali sudah terpenuhi.

“Tapi, ini masih dikonsultasikan dengan DPW PKB. Dan sampai sekarang belum ada petunjuk,” terangnya.

Dengan begitu, Jun juga belum memastikan apakah PKB nantinya bakal menggelar pendaftaran terbuka atau bahkan menerapkan mekanisme konvensi atau penjaringan. Sebab, situasi politik di PKB saat ini juga berbeda.

Terutama jika dibandingkan dengan Pilwali 2015. Saat itu PKB mengusung almarhum Hasani yang merupakan petahana. Sedangkan pada Pilwali 2010, sosok bacawali didapat melalui penjaringan. Dimana nama Hasani kemudian menguat kala itu.

“Situasinya sekarang berbeda. Makanya kami tunggu instruksi dan petunjuk DPW dulu, bagaimana langkah-langkah yang akan dilaksanakan,” bebernya.

Terpisah, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan Syaifullah mengaku akan mengeluarkan sosok bacawali yang tepat di waktu yang tepat. Optimisme itu juga didasari modal politik yang dimiliki Golkar, tujuh kursi di parlemen.

“DPP sendiri sudah memberi kewenangan kepada daerah, tapi ini soal strategi. Kami tidak ingin ada pendaftaran yang hanya sekadar formalitas tanpa ada follow up yang konkret,” ujarnya.

Syaifullah memastikan, internal Golkar tengah menyiapkan langkah menuju Pilwali 2020. Termasuk format tim penjaringan. Hanya saja, penjaringan belum digelar saat ini. Kemungkinan, kata Syaiful, akan digelar setelah Munas Golkar, awal Desember mendatang.

“Bisa ada pendaftaran, ada penjaringan tokoh-tokoh yang punya kapabilitas untuk disampaikan ke DPP melalui DPD Jatim,” ungkapnya. (tom/hn/fun)