Mau Lempar Mercon ke Rumah Mantan Istri, Meledak di Tangan

MILIK TERDUGA: Kapolsek Kademangan Kompol Toyib Subur mengamankan motor terduga pelaku pelemparan mercon, Untung Adi Prastowo, 39. Inset, Sumarsih saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN, Radar Bromo – Teror mercon dialami Sumarsih, 33. Rumahnya di Jalan Soekarno-Hatta 82, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dilempari mercon. Diduga, pelakunya adalah mantan suaminya, Untung Adi Prastowo, 39.

Lelaki asal Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu diduga tidak terima diceraikan istrinya. Dia dendam hingga nekat meneror rumah korban.

Nahas, mercon itu justru mengenai tangannya sendiri. Telapak tangan kanan terduga pun hancur. Kini, terduga dirawat di ruang IGD RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.

Teror pelemparan mercon itu dilakukan terduga Selasa (19/11), pukul 02.00. Saat itu terduga melempar mercon ke rumah korban di Jalan Soekarno-Hatta 82, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo.

Korban yang sedang tidur pun kaget mendengar ledakan mercon. Namun, korban tak berani mengecek. “Waktu itu saya sedang tidur. Lalu ada suara ledakan. Tapi saya tidak berani mengecek,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Bagi korban, teror ini merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, hal serupa terjadi pada bulan April. Saat itu juga ada suara ledakan di barat rumahnya. Kejadiannya pun dini hari. Akibatnya, kaca jendela rumah bagian depan pecah.

Awalnya korban tidak tahu suara ledakan apa yang dia dengar. Namun, pagi harinya dia melihat ada banyak kertas mercon. Dia pun menduga suara ledakan yang didengarnya pada dini hari itu adalah suara mercon yang dilempar. Namun, korban tidak tahu siapa pelakunya.

Untuk kejadian yang kedua, korban juga sempat tidak tahu siapa pelakunya. Namun, korban menduga suara ledakan yang didengarnya adalah suara mercon. Sama dengan kejadian yang pertama.

Selasa (19/11) pagi, baru korban mengetahui dengan pasti bahwa suara ledakan yang didengarkan pada Selasa dini hari berasal dari mercon. Dan terduga pelakunya adalah mantan suami yang telah diceraikannya setahun lalu.

“Saya mengetahui pelaku teror petasan di rumah setelah petugas Polsek Kademangan menunjukkan foto pelaku. Mungkin petasan itu akan dilempar, namun gagal dan meledak di tangannya,” tuturnya.

Korban menduga, mantan suaminya itu masih menaruh dendam padanya akibat perceraian mereka. Sehingga, meneror rumahnya dengan melempar mercon.

“Ya, mungkin masih dendam karena diceraikan. Selama ini tidak ada obrolan mau rujuk. Kalau memang ada niatan rujuk, pasti dia datang baik-baik kepada keluarga saya. Dia (pelaku, Red) sering mengirim ancaman di WhatsApp. Saya tidak tahu tujuannya apa,” pungkasnya.

Terpisah, Kapolsek Kademangan Kompol Toyip Subur menegaskan, peristiwa ini diketahui anggota Polsek Kademangan yang sedang operasi. Personel melakukan operasi dari barat ke timur, yakni dari arah Kademangan menuju Pilang.

Lalu, di tempat kejadian perkara (TKP), anggota melihat motor Vario putih bernopol N 5386 SR roboh di selatan jalan. Petugas lantas mengecek motor itu.

Saat mengecek, petugas tidak menemukan orang di dekat motor tersebut. Motor pun diamankan ke Pos Polisi Pilang. Di tengah perjalanan, anggota berusaha mencari identitas pemilik motor dengan bertanya pada warga yang lewat.

“Anggota dapat keterangan dari warga, ada seseorang berjalan ke arah timur. Anggota menduga, orang yang dimaksud adalah pemilik motor. Sehingga, anggota mencari orang ini,” tuturnya.

Orang yang dimaksud pada akhirnya diketahui adalah terduga pelaku pelemparan mercon. Saat itu anggota hendak mencari terduga. Namun, ternyata terduga lebih dulu minta tolong pada polisi.

Saat bertemu polisi, terduga mengalami luka parah di telapak tangannya. Telapak tangannya hancur. Karena itu, terduga kemudian dilarikan ke IGD RSUD dr. Mohamad Saleh.

Kapolsek menduga tangan terduga pelaku hancur akibat kena ledakan petasan. Namun, belum bisa dipastikan bagaimana kronologi kejadiannya.

“TKP kebetulan ada di depan rumah mantan istrinya. Namun, kami belum tahu apakah ini tindakan teror atau yang lain. Polisi belum mengorek informasi lebih banyak pada terduga karena kondisinya belum memungkinkan,” jelasnya. (ar/hn)