Terdampak Tol Gempas, 14 TKD di Kab Pasuruan Ini Belum Dibebaskan

PASURUAN, Radar Bromo – Proyek tol Gempol-Pasuruan memang sudah dioperasionalkan. Meski begitu, pembebasan lahannya sejauh ini masih belum klir.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) sejauh ini masih belum membebaskan belasan tanah kas desa (TKD).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU-Pera RI Yulianto Puguh Setyawan mengungkapkan, ada 14 bidang terdampak tol Gempas yang belum bebas. Pembebasannya sendiri masih terkendala ketidaksesuaian dengan lahan pengganti.

Ia menjelaskan tol Gempas dibagi dalam tiga seksi dan melintasi 12 kecamatan. Secara keseluruhan, total bidang terdampak sebanyak 5.348 bidang dan 5.334 bidang di antaranya sudah dibebaskan oleh Kementerian PU-Pera beberapa waktu lalu

Puguh –sapaan akrabnya- menyebut, mayoritas lahan yang belum bebas ini terletak di seksi III yang melewati Kecamatan Grati. Dari total bidang sebanyak 681 bidang di kecamatan ini, 7 bidang masih belum dibebaskan (selengkapnya lihat infografis).

“Keseluruhan bidang yang belum bebas ini merupakan TKD. Alasannya, karena belum ada kesesuaian antara lahan pengganti dengan pihak desa. Kami masih mencari solusi dengan terus berkoordinasi dengan Pemkab,” jelas Puguh.

Sementara itu, tokoh masyarakat asal Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Hudan Daldiri membenarkan adanya satu bidang TKD di desanya yang belum dibebaskan. Kondisi ini disebabkan adanya ketidaksesuaian dengan lahan pengganti yang diberikan oleh Kementerian.

Ia menyebut lahan pengganti yang ditawarkan berada dalam satu dusun dengan TKD yang terdampak yakni Dusun Bantengan. Luasnya pun sudah sesuai dengan ketentuan yakni 1,3 kali dari luas TKD yang lama. Sehingga, luas lahan pengganti ini adalah 1,3 hektare. Sebab, TKD yang terdampak seluas 1 hektare.

“Cuma pihak desa masih keberatan, sebab lahan pengganti ini tidak sesubur TKD yang terdampak. Ini kan dipergunakan untuk kesejahteraan kades dan perangkat desa. Tentu kami ingin lahan yang sesuai. Mudah-mudahan segera ada solusi,” jelas Hudan. (riz/mie)