Anjal yang Dibawa ke Rumah Singgah Mayoritas Ada Masalah di Rumah Tangga

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah anak jalanan (anjal) yang terjaring razia dan dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan masih cukup banyak. Tahun ini sampai pertengahan November mencapai 160 anak.

Jumlah ini cenderung menurun dibanding tahun kemarin. Sepanjang 2018, mencapai 216 anak. Namun, meningkat dibanding pada 2017 yang ada 102 anjal.

Kasi Pelayanan Rehabilitas Sosial Dinsos Kabupaten Pasuruan Wahyu Widodo mengatakan kendati cenderung menurun, jumlah ini masih bisa bertambah sampai akhir tahun nanti. “Razia anjal ini sifatnya tergantung situasi lapangan. Tahun ini trennya ada kencenderungan jumlah anjal berkurang di wilayah Kabapaten Pasuruan dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, selain Satpol PP yang rutin melakukan operasi keliling, Dinsos juga memiliki tim reaksi cepat yang bekerja sama dengan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Mereka rutin melakukan monitoring. “Termasuk jika ada laporan dari masyarakat, dari Tim Dinsos juga melakukan razia. Terutama, jika dianggap menganggu ketertiban umum,” ujarnya.

Menurunnya, menurunnya jumlah anjal tahun ini juga ada efek dari rutinnya razia. Sehingga, anjal di Kabupaten Pasuruan, baik yang dari Kabupaten Pasuruan maupun luar daerah, cenderung menurun. Selain itu, anjal yang terjaring terazia juga dibina dan dikembalikan ke keluarga, sehingga tak turun ke jalan lagi.

Dari catatan Dinsos, anjal yang dibawa ke rumah singgah 70 persen dari luar daerah. Mulai dari Tulungagung, Ponorogo, Blitar, Lumajang, Jember, Lamongan, Bojonegoro, Tuban, dan Madiun. Bahkan, ada yang dari Jawa Tengah, Indramayu, dan Kalimantan Selatan.

Dari pengamatan Dinsos, di Rumah Singgah Bina Hati, anak-anak yang turun ke jalan mayoritas karena ada permasalahan dalam keluarganya. Setelah salah memilih pergaulan, akhirnya menjadi anak jalanan.

“Dari 160 anjal ini, 20 anak dibawa ke UPT Pelatihan Provinsi untuk mendapatkan pelatihan keterampilan. Harapannya dengan memiliki keterampilan bisa menjadi modal untuk kerja dan tidak turun ke jalanan lagi,” ujarnya. (eka/rud/fun)