Tewas, Sopir Bus Rombongan Ziarah Wali Tetap Jadi Tersangka

REJOSO, Radar Bromo – Kecelakaan di ruas jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) yang menyebabkan empat korban meninggal dunia, dipastikan karena human error. Diduga kuat, kecelakaan terjadi karena kesalahan sopir bus pariwisata yang juga meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Kepastian ini disampaikan Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi. Menurutnya, pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (15/11) pagi itu. Mulai sopir truk, Gunadi, hingga sejumlah penumpang bus pariwisata PO Ladju yang terlibat kecelakaan.

Dari pemeriksaan itu diketahui, sopir truk tidak bersalah. Saat pemeriksaan, sopir truk Gunadi menyebut, truk melaju di lajur kiri dengan kecepatan sedang. Namun, tiba tiba sopir bus Mochammad Syafii menabrak bagian belakang truk tronton. Akhirnya, truk hilang kendali dan terguling di sisi kiri jalan tol Gempas di KM 508.

“Pengemudi truk sudah kami minta keterangan. Dan memang dari hasil penyidikan, ia tidak bersalah. Posisinya sudah berada di lajur yang tepat yakni di lajur kiri,” ungkapnya.

Berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi itu juga diketahui, kecelakaan terjadi karena faktor human error dari sopir bus Mochammad Syafii. Sopir bus diduga lalai dalam mengemudikan bus. Dia tidak berhati-hati, sehingga menabrak truk di depannya dan menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Dengan kondisi itu, pihaknya pun menetapkan sopir bus sebagai tersangka dalam kecelakaan tersebut. “Tersangka dalam kecelakaan ini ya, pengemudi bus itu. Dari hasil penyidikan ia lalai dan kurang memperhatikan lalu lintas di depannya. Cuma dia kan juga meninggal dalam kecelakaan tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, dugaan ini diperkuat dengan penyidikan di lapangan yang dilakukan Satlantas Polres Pasuruan Kota dan Dirlantas Polda Jatim saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (15/11). Pihaknya tidak menemukan adanya bekas rem yang dilakukan oleh sopir bus di lokasi kecelakaan.

“Penyebab kecelakaan ini murni karena human error. Saksi mata penumpang bus menyebut, saat memasuki jalur Rejoso pengemudi bus kerap hilang kendali. Dimungkinkan karena ia mengantuk,” ungkap Jayadi.

Sebagai informasi, terjadi kecelakaan tragis di ruas jalan tol Gempas KM 508, Jumat (15/11) dini hari. Sebuah bus pariwisata PO Ladju yang membawa penumpang jamaah ziarah wali lima, menabrak bagian belakang truk tronton yang melaju searah di depannya.

Akibatnya, empat orang meninggal dunia. Korban meninggal yaitu sopir bus Mochammad Syafii, 48. Tiga yang lainnya adalah seorang bapak, ibu dan anaknya. Yaitu, Zaini, 47; Sultoniyyah, 35 dan Riska Falaha, 2. Ketiganya warga Dusun Tegalan II, Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Selain itu satu penumpang mengalami luka berat, yaitu Lillah, 35. Dia harus dirujuk ke rumah sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. (riz/hn)