Pasar Gempol-Warungdowo Pasuruan Terapkan E-Retribusi

SUMBER PAD: Suasana Pasar Warungdowo, Kabupaten Pasuruan, beberapa waktu lalu. Bulan depan, Pemkab Pasuruan akan menerapkan e-retribusi di pasar daerah ini. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Mulai bulan depan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, akan memberlakukan e-retribusi di pasar daerah. Target awal sebagai percontohan akan dilakukan di Pasar Gempol dan Pasar Warungdowo.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto, mengatakan penerapan e-retribusi ini akan dilakukan bertahap di 14 pasar daerah di Kabupaten Pasuruan. Sebagai pilot project, pada awal Desember akan dilakukan di Pasar Gempol dan Pasar Warungdowo. “Untuk awal masih dua pasar dulu. Untuk wilayah barat percontohan di Pasar Gempol dan wilayah timur di Pasar Warungdowo,” ujarnya.

Dari segi persiapan sampai sumber daya manusia (SDM), semua petugas pasar daerah sudah siap untuk memberlakukan e-retribusi. Namun, tetap akan dilakukan bertahap sampai 2020. Selama ini, penarikan retribusi masih dilakukan manual. Yakni, ada petugas keliling untuk menarik retribusi. “Untuk retribusi nanti akan transparan, karena bisa dilihat setiap hari dan dilihat dalam realtime di aplikasi Kabupaten Pasuruan,” jelasnya.

Penerapan e-retribusi sendiri akan bekerja sama dengan sebuah bank. Pembayarannya akan menggunakan electronic data capture (EDC) oleh pedagang yang bisa dibayar harian atau mingguan, tergantung kemampuan pedagang.

Menjelang pemberlakukan e-retribusi, petugas pasar akan melakukan validasi data jumlah pedagang, sampai luas lapak dan jenis dagangan. Sehingga, sesuai aplikasi nantinya akan langsung di-input sesuai retribusi yang dibebankan kepada pedagang.

“Harapannya dengan e-retribusi, penerimaan bisa transparan dan langsung bisa terpantau terus setiap hari. Bahkan, kami optimistis bisa meningkatkan penerimaan retribusi dari pasar daerah,” ujarnya. (eka/rud)