PAD Wisata Kabupaten Probolinggo Masih Kurang Rp 800 Juta

BELUM CAPAI TARGET: Sejumlah pengunjung berwisata ke Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, beberapa waktu lalu. Sejauh ini, retribusi wisata dari Pantai Bentar, belum mencapai target. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Kebudayaan (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo, tengah menggenjot retribusi pariwisata. Sebab, kurang satu setengah bulan, target PAD dari retribusi pariwisata belum tercapai. Sampai Sabtu (16/11), masih kurang sekitar Rp 800 juta untuk mencapai target sekitar Rp 3,5 miliar.

Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, dari 9 tempat pariwisata yang dikenakan retribusi, target wisata Gunung Bromo paling besar. Sekitar Rp 1,8 miliar. Namun, kekurangan hasil retribusi untuk mencapai target juga lumayan besar. Dari Gunung Bromo masih kurang sekitar setengah miliar rupiah.

Dari 9 tempat wisata yang menjadi sumber PAD, sejauh ini baru satu tempat wisata yang capaian retribusinya sudah mencapai target bahkan melampaui. Yaitu, wisata arung jeram yang ditarget sekitar Rp 77 juta.

Kepala Dispora Parbud Kabupaten Probolinggo Sugeng, mengatakan tidak menampik capaian realisasi retribusi pariwisata belum capai target. Namun, pihaknya tetap optimistis akhir tahun ini target itu bisa dicapai, bahkan dilampaui. Realisasi capaian retribusi pariwisata hingga minggu kemarin sekitar 87 persen. Kami optimistis kekurangan 13 persen akan dicapai hingga akhir tahun ini,” katanya.

Sugeng mengatakan, wisata Gunung Bromo masih kurang sekitar Rp 500 juta untuk mencapai target. Begitu juga dengan Pantai Bentar, masih kurang sekitar Rp 174 juta dari target Rp 800 juta. Namun, ia mengaku akan maksimalkan di waktu sekitar satu setengah bulan untuk mengejar kekurangannya.

Apalagi, Desember besok diperkirakan jumlah kunjungan wisata akan terus meningkat. “Ada waktu satu setengah bulan untuk mencapai kekurangan target ini. Wisata puncak ramainya di akhir tahun nantinya. Terutama wisata Bromo dan Pantai Bentar,” ujarnya. (mas/rud)