Usai Tabrak Pembatas Jalan, Penumpang Bus Rombongan Wali Lima Histeris karena Pintu Keluar Macet

REJOSO, Radar Bromo – Kecelakaan antara bus pariwisata PO Ladju dengan truk tronton di Jalan Tol Gempas Kilometer 508, sempat membuat para penumpang bus histeris. Saat bus berhenti usai menabrak pembatas jalan, penumpang bus pun langsung berusaha keluar.

Namun, para penumpang yang merupakan jamaah ziarah Wali Lima itu tidak bisa keluar dari bus. Sebab, pintu depan dan belakang bus macet. Pintu tidak bisa dibuka, sehingga penumpang sempat terjebak di dalam bus.

Penumpang pun langsung panik, bahkan histeris. Mereka khawatir bus meledak sewaktu-waktu akibat kecelakaan itu.

Abdur Rohman, 62, seorang penumpang selamat mengaku tidak menyangka agenda ziarah Wali Lima ini berakhir dengan kecelakaan. Warga Dusun Tegalan II, Desa Kalipang, Kecamatan Grati itu menuturkan, perjalanan berangkat berlangsung lancar. Bus tidak mengalami kendala apapun.

Namun, selama perjalanan pulang, dirinya sempat khawatir. Sebab, bus melaju tidak begitu nyaman. Saat memasuki tol Gempol, bus bahkan sempat hampir salah jalur. Saat itu, bus hampir keliru masuk ke jalur kendaraan kecil, sebelum akhirnya berbelok ke jalur yang benar.

“Saya sih sempat dengar sopir bus bilang ke Pak Zaini (korban meninggal) agar penumpang segera masuk bus untuk pulang. Sopir sempat menyebut masih punya tanggungan. Katanya mau ngantar penumpang lain,” jelasnya.

Saat melintas di wilayah Bangil, ketidaknyamanan semakin terasa. Bus seringkali melaju cepat, lalu tiba-tiba mengerem mendadak. Puncaknya saat di Jalan Tol Gempas KM 508, tiba-tiba bus menabrak bagian belakang truk yang melaju searah di depannya.

HANCUR BAGIAN DEPAN: Bus Ladju usai kecelakaan di tol Gempas, Jumat (15/11) pagi. Usai menabrak truk dan pembatas jalan, seisi penumpang panik. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Mayoritas penumpang saat itu tidur. Sebab, mereka letih usai seharian berziarah. Saya sendiri baru tahu setelah mendengar bunyi bus menabrak jalur pembatas di kiri,” sebutnya.

Karena tabrakan itu, semua penumpang terbangun. Para penumpang pun langsung berteriak. Apalagi, beberapa penumpang terjepit bangku. Mereka baru bisa terlepas dari jepitan bangku setelah dibantu penumpang yang duduk di bagian belakang.

Setelah berhasil lolos, penumpang malah histeris. Sebab, saat itu mereka melihat pengemudi bus terlempar ke bagian depan. Penumpang pun langsung berebut keluar lewat pintu belakang. Sebab, mereka khawatir bus bisa meledak. Namun, ternyata pintu belakang macet, tidak bisa dibuka.

“Pintu depan sudah ringsek, jadi tidak bisa dibuka. Ternyata, pintu belakang juga terkunci. Penumpang semakin panik. Semua takut bus meledak. Sebab, bagian depan bus hancur,” ungkapnya.

Beruntung, penumpang kemudian berhasil keluar dari pintu sopir di sebelah kanan depan. Satu per satu, semua penumpang lantas keluar.

Mereka lantas diantar oleh mobil dari Unit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota yang tiba di lokasi sekitar pukul 04.50. Mobil ini mengantar warga ke rumah masing-masing. Ada juga keluarga para korban yang menjemput ke lokasi kecelakaan dengan mobil.

“Jujur saya juga sempat panik. Untung saja saya berhasil lolos. Kebetulan saya duduk di bagian belakang. Saya juga sempat membantu penumpang yang terjepit,” pungkasnya. (riz/hn/fun)