Tanyakan Kasus Pengeroyokan, Keluarga Korban Datangi Polsek Bangil

BANGIL, Radar Bromo – Tak jelasnya penanganan kasus pengeroyokan yang menimpa M. Nizam, 15, warga Kersikan, Kecamatan Bangil, membuat keluarganya bertanya-tanya. Kamis (14/11), pihak keluarga korban memilih untuk mendatangi Mapolsek Bangil untuk mengklarifikasi kejelasan kasus.

Menurut Yuswati Ningsih, 35, ibu korban, kasus anaknya itu terjadi sejak 14 Oktober 2019. Kasusnya bermula saat anaknya dalam perjalanan pulang dari rumah mbahnya yang masih satu kelurahan. Korban mengendarai motor Beat menuju rumahnya.

Namun, saat dalam perjalanan pulang itu, korban tiba-tiba dihadang oleh IDR. Entah apa persoalannya, pelaku tiba-tiba memukul anaknya. “Padahal, anak saya tidak ngebut saat mengendarai motor. Untungnya, masih ada yang melerai,” kata Yuswati.

Korban kemudian melajukan kendaraan kembali. Hingga sampai di persimpangan Kersikan, ada dua orang yang melakukan penghadangan lagi. Mereka adalah Zil dan Zul yang merupakan dua anak kembar yang masih tetangga korban.

Saat itulah, aksi pengeroyokan berlangsung. Anaknya yang duduk di bangku kelas satu SMK swasta di Bangil, dipukuli oleh kedua pelaku. Hingga mata kananya bengkak dan kepalanya benjol. Saat malam kejadian, sebenarnya ada ayah pelaku. Namun, bukannya melerai, ayah kedua pelaku malah memiting anaknya.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00. Pihaknya pun langsung melaporkan ke Polsek Bangil untuk ditangani. Pihak kepolisian bahkan sempat memvisum anaknya tersebut. “Namun, sampai sekarang kasusnya seperti apa kami tidak tahu. Sebab, para pelaku masih berkeliaran,” sambungnya.

Pihaknya berharap agar pihak kepolisian bersikap tegas. Supaya, para pelaku yang terlibat ditangkap. Sehingga, pelaku pengeroyokan anaknya bisa mendapatkan hukuman setimpal.

“Makanya kami datang ke sini untuk mempertanyakan kasusnya seperti apa. Karena hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran,” akunya.

Kapolsek Bangil Kompol Eko Hari menguraikan, proses perkara tersebut masih berjalan. Pihaknya menegaskan, kalau perkara dugaan penganiayaan itu masih dalam penyidikan.

Sejauh ini pihaknya memang mengalami kendala, khususnya pada saksi-saksi. “Prosesnya masih dalam tahap penyidikan. Ada kendala saksi. Karena para terduga membantah melakukan pengeroyokan,” jelasnya. (one/mie)