SDN Sumberpoh yang Plafonnya Ambruk, 3 Kali Kirim Permohonan Renovasi

MARON, Radar Bromo – Ambruknya plafon ruang kelas III SDN Sumberpoh 5 di Desa Sumberpoh, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, merupakan dampak dari lambannya proses renovasi. Sebelum plafon ambruk, sekolah sebenarnya sudah tiga kali mengirim proposal permohonan renovasi.

Sayangnya, permohonan itu belum mendapat respons dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Hingga akhirnya, plafon ruang kelas III itu ambruk pada Rabu (13/11).

Guru sekaligus operator SDN Sumberpoh 5 Syamsul Arifin mengatakan, pihaknya sudah tiga kali mengirim proposal permohonan renovasi. Renovasi diajukan untuk lokal atau bangunan sebelah timur yang memang belum pernah direnovasi.

“Kami sudah mengirim proposal permononan renovasi pada tahun 2017 dan 2018. Kami berharap akan direspons karena beberapa sisi ruang kelas sudah lapuk dan sangat perlu direnovasi,” ujarnya.

Sayangnya, proposal itu tidak mendapat respons. Kemudian, pada tahun 2019 sekolah mencoba lagi mengirim proposal renovasi. Kali ini proposal dikirim melalui e-mail ke Dispendik Kabupaten Probolinggo. Namun, juga belum mendapat respons.

“Sudah beberapa kali kami mengajukan proposal renovasi. Tapi memang belum direspons. Puncaknya Rabu itu, plafon ruang kelas III ambruk,” terangnya.

Begitu plafon ambruk, pihaknya kemudian meng-upload peristiwa itu di media sosial. Tujuannya, supaya masyarakat bisa menyampaikan kepada pihak yang berwenang bahwa memang kondisi bangunan SDN Sumberpoh 5 benar-benar rusak.

Hal itu (meng-upload di media sosial, Red.) menurutnya, terpaksa dilakukan. Sebab, keadaan ruang kelas sudah tak aman lagi untuk digunakan belajar mengajar.

“Mungkin jika proposal permohonan renovasi yang kami kirim mendapat respons, kami tidak akan mempublikasikan ini di media sosial. Kami sudah bingung. Ini jalan terakhir yang kami lakukan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, proposal permohonan renovasi yang dikirim bukan tidak direspons. Dispendik jelas akan melakukan renovasi. Namun, dilakukan bergantian dengan sekolah lain.

“Bukan tidak direspons. Renovasi pasti dilakukan. Namun, memang secara bergantian. Kami segerakan renovasi untuk sekolah yang memiliki murid banyak dan ruang kelas sedikit. Ini yang kami prioritaskan,” ujarnya.

Pertimbangan lain, menurut Dispendik, sekolah yang mempunyai sedikit murid, masih bisa memanfaatkan ruangan lain yang masih bagus untuk kegiatan belajar mengajar. Di samping itu, sekolah yang memiliki murid sedikit akan diberlakukan kelas multigrade.

“Untuk SDN Sumberpoh 5, renovasi akan segera dilakukan. Kami rencanakan di tahun 2020. Kondisi bangunan memang sudah tua dan waktunya direnovasi total,” paparnya. (ar/hn)