Pemkot Probolinggo Sosialisasikan Dukcapil Go Digital, Apa Itu?

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kota Probolinggo, terus meng-upgrade pelayanannya melalui sebuah inovasi agar cepat, mudah, dan akurat. Salah satunya dengan menerapkan Dukcapil Go Digital yang merupakan program Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

—————–

Sejumlah 159 peserta menghadiri launching Dukcapil Go Digital di Ballroom Bromo Park Hotel, Kota Probolinggo, Rabu (13/11). Mereka merupakan para kasi pelayanan pemerintah kelurahan; operator kelurahan; bidan praktik mandiri (BPM); dan staf Dispenduk Capil Kota Probolinggo.

Launching program Pemerintah Pusat yang diterapkan Dispenduk Capil Kota Probolinggo ini ditandai dengan ditekannya tombol enter oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang diwakili oleh Staf Ahli Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan Pemkot Probolinggo Nanang Agus Santoso, S.Sos., M.Si.

Nanang hadir bersama Asisten Pemerintahan Pemkot Probolinggo Ir. Gogol Sudjarwo, M.Si. Kepala Dispenduk Capil Kota Probolinggo diwakili oleh Kabid Pengelolaan Data dan Pemanfaatan Infomasi Kependudukan Dispenduk Capil Kota Probolinggo Paulus Dian Cahyono.

Dispenduk Capil Kota Probolinggo mengimplementasikannya sebagai komitmen dan sesuai dengan visi dan misi pembangunan Wali Kota. Yakni, peningkatan kualitas pelayanan publik. Hal ini juga untuk mendukung visi-misi Wali Kota dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

LAPORAN: Kepala Bidang Pelayanan dan Pencatatan Sipil, Dispenduk Capil Kota, Agus Purnomo, SKM. saat menyampaikan Laporan kegiatan.

 

Launching Dukcapil Go Digital dilengkapi sosialisasi Kebijakan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Go Digital oleh Kepala Bidang Palayanan dan Pencatatn Sipil, Agus Purnomo, SKM. “Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23/2006 tentang Adminduk Capil, kami sudah memiliki beberapa inovasi layanan adminduk di Kota Probolinggo,” ujar Agus mengawali penjelasan demo layanan Go Digital.

Kemajuan teknologi yang begitu pesat, lanjut Agus, menuntut Dispenduk Capil untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang lebih maksimal. “Dispenduk Capil telah memulai layanan online. Salah satunya, mengintegrasikan sistem Dispenduk Capil dengan ujung tombak keakuratan data akta kelahiran. Yakni, bidan maupun rumah sakit. Sebagai langkah awal, Dispenduk Capil telah melakukan MoU dengan 10 bidan praktik mandiri (BPM) dari 63 total BPM di Kota Probolinggo,” ujarnya.

PESERTA: Beginilah suasana sosialisasi Dukcapil Go Digital oleh Dispenduk Capil Kota Probolinggo, di Ballroom Bromo Park Hotel, Rabu (13/11).

 

Seperti diketahui, layanan 3 In 1 merupakan inovasi pelayanan Dispenduk Capil Kota Probolinggo yang sudah dikenal luas masyarakat Kota Probolinggo. Yakni, penerbitan 3 dokumen dalam sekali pengurusan. Dapat akta kelahiran, kartu keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Juga ada penerbitan 2 atau 3 dokumen dalam sekali pengurusan. Berupa akta kematian dan perubahan KK maupun KTP.

“Dengan Dukcapil Go Digital, kini orang tua bayi yang baru melahirkan otomatis bisa mendapat akta kelahiran tanpa harus bolak-balik ke kantor Dispenduk Capil. Sebab, inovasi baru Dukcapil Go Digital memudahkan warga untuk mendapatkan pelayanan. Caranya melalui gadget, kini bidan di Kota Probolinggo bisa langsung meng-entry data-data pasiennya,” ujarnya.

DEMO: Salah satu perwakilan Bidan Praktek Mandiri saat melakukan demonstrasi layanan Dukcapil Go Digital, di Ballroom Bromo Park Hotel, Rabu (13/11).

 

Lebih lanjut, staf TIK Dispenduk Capil Kota Probolinggo M. Ghofur menjelaskan secara detail apa saja data yang harus di-input. Di antaranya, data KK, data lahir anak dari surat kelahiran, KTP, hingga buku nikah. Semuanya diisi berurutan, dilengkapi, kemudian formulir harus dilampiri foto dokumen asli yang difoto dari handphone.

Setelah lengkap, barulah dikirim untuk dilaporkan ke Dispenduk Capil. Selanjutnya, saat operator menerima dokumennya, operator Dispenduk Capil akan mencetak terlebih dahulu kemudian menverifikasi data lampiran dari bidan dengan data asli di sistem Dispenduk Capil. Verifikasi ini untuk mencocokkan data yang dimiliki Dispenduk Capil. Bila sudah cocok, Dispenduk Capil akan langsung memproses mengubah atau menambah data asli.

Permohonan Dukcpil Go Digital ini tidak memakan waktu lama. Apalagi sampai berhari-hari. Dengan tanda tangan elektronik pejabat Dispenduk Capil yang berwenang, pengajuan dokumen dapat diproses dengan cepat. Tentu saat status sudah diverifikasi pejabat Dispenduk Capil juga melalui gadget, baru kemudian operator mencetak 3 dokumen yang dibutuhkan secara otomatis. Bila jaringan bagus, maksimal 15 menit 3 dokumen itu selesai cetak.

SAMBUTAN: Staf Ahli Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Nanang Eko Santoso S.Sos M.Si saat menyampaikan sambutan Wali Kota Probolinggo.

 

Staf Ahli Nanang Eko Santoso mengatakan sesuai kesepakatan nasional, melaksanakan tertib penyelenggaraan adminduk dan capil hendaknya berjalan paralel dengan upaya pengendalian kelahiran. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk, hingga penganggunan sosial ekonomi.

“Karena itu, perlu langkah konkret di bidang adminduk secara efektif, efisien, menyeluruh, dan terpadu dengan penerapan IT. Agar database kita akurat, mutakhir, benar, dan tepercaya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Penjelasan demo layanan Dukcapil Go Digital dipungkasi dengan penyerahan 3 dokumen untuk pemohon melalui BPM. Acara dilanjutkan dengan sosialisasi Strategi Peningkatan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak Usia 0-18 tahun di Kota Probolinggo.

NARSUM: Narsum Mudji Santoso SH.,M.Si didampingi Agus Purnomo saat manyampaikan paparannya tentang strategi pengkatan kepemikikan akta kelahiran anak usia 0-18 tahun.

 

Dalam sesi ini sosialisasi disampaikan oleh Kasi Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur Mudji Santoso.

Menururutnya, pada dasarnya, Undang-Undang Kependudukan yang terbentuk dari Undang-Undang Nomor 23/2006 dengan perubahannya Nomor 24/2007, ada beberapa inti esensinya. Di antaranya, negara berkewajiban memberikan perlindungan dan pengakuan terhadap penentu status pribadi atau hukum bagi penduduk Indonesia dan warga Indonesia.

FOTO BERSAMA: Foto bersama, usai menyerahkan secara simbolis hasil cetak dokumen Dukcapil Go Digital oleh Staf Ahli Nanang kepada perwakilan BPM.

 

Kegiatannya, meliputi pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengolahan informasi administrasi kependudukan. “Inilah yang menjadi roh landasan kebijakan admninduk capil. Maknanya, aktivitas kependudukan merupakan raga penataan kependudukan dalam penerbitan dokumentasi kependudukan dan data penduduk melalui dadung, pencatatan sipil pengelolaan informasi, serta pendayagunaan atau pemanfaatan data untuk selanjutnya dimaksimalkan sebagai bahan pengambil kebijakan bagi daerah,” jelasnya. (*/el)