Pemkab Probolinggo Teken MoU Gerakan Desa Emas untuk Wujudkan Industri Halal

PENGUATAN EKONOMI: Penandatanganan kerjasama antara Pemkab dengan Gerakan Desa Emas di ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11). (Foto Kominfo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kabupaten Probolinggo melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Gerakan Desa Emas (GDE). Program ini bertujuan untuk pembangunan industri halal di Probolinggo. Selain itu, juga diharapakan dapat memiliki desa yang mandiri dan sejahtera.

Penandatanganan itu dilakukan Ketua Gerakan Desa Emas, Iwan A Fuad dengan Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari. Kerjasama itu merupakan salah satu rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Bupati Probolinggo yang akrab disapa Tantri mengatakan, kerja sama tersebut adalah salah satu upaya membangun desa. Harapannya, GDE dapat mendampingi masyarakat dalam melakukan wirausaha.

“Pada dasarnya ini bentuk aksi kami terhadap perintah Presiden. Bahwasanya kami bersepakat membangun Indonesia yang dimulai dari desa. Kemudian kami menindaklanjuti itu dengan bekerjasama dan diskusi dengan Yayasan Desa Emas. Hasilnya, kami sepakat program desa emas untuk melakukan pendampingan di seluruh desa di Kabupaten Probolinggo sebanyak 330 desa,” katanya.

Ia juga menyampaikan, kerja sama tersebut juga dapat menginspirasi masyarakat Probolinggo. Harapannya untuk mengembangkan seluruh potensi ekonomi yang ada. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kami berharap, dengan kehadiran desa emas, tentu masyarakat desa di kemudian hari terinspirasi dan mendapatkan semangat. Terinspirasi bahwa seluruh potensi di desa itu bisa di create bersama untuk menjadi pilar ekonomi di desa. Imbasnya, pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” kata bupati.

Sementara itu, Iwan A Fuad mengatakan, GDE ingin membantu Probolinggo mempercepat pertumbuhan ekonomi halal desa di daerahnya. Sehingga mampu menciptakan desa dengan karakter enterpreneur, mandiri, adil dan sejahtera.

Iwan menyebut kerjasama tersebut akan direalisasikan dalam beberapa program. Di antaranya pembangunan karakter desa melalui pelatihan di berbagai bidang, terutama wirausaha.

“Ada beberapa pilar yang diperlukan. Satu, pembangunan karakter dan ekonomi, melalui vokasi dan latihan. Pemuda desa yang di sana itu kita latih agar memiliki mindset untuk membangun desa bersama dengan pemerintah,” kata dia. Selain itu untuk membangkitkan semangat gotong-royong antar sesama masyarakat desa maupun dengan lembaga desa. Di samping itu, program bina dana dan investasi desa.

“Kedua adalah gotong-royong dan persaudaraan desa, kita bangkitkan. Kelembagaan desa kita hidupkan. Mereka mulai sinergi antar warga desa dengan kelembagaan desa yang ada,” ucap Iwan.

Pria yang akrab disapa Iwan itu menambahkan, GDE juga akan memfasilitasi pasar dan industri terhadap produk yang dihasilkan warga setempat. Sehingga produk tersebut dapat memiliki pasar yang baik.”Pilar pasar dan industri, kita cari pasar di luar yang bisa mengambil produk dari desa,” ujarnya.

Perlu diketahui, selain dengan Probolinggo, GDE telah melakukan kerjasama dengan Kabupaten Trenggalek, Sumbawa Barat, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Bogor, dan Kota Banjarbaru. Sementara itu, GDE juga melakukan kerjasama dengan Provinsi Lampung dan Jawa Barat. (sid/fun)