Truk Trailer Nyungsep di Galian Tepi Jalan Pangsud Wiroborang

JALAN SEMPIT: Truk trailer bermuatan batu bata ringan nyungsep di galian proyek perbaikan jalan di Jalan Panglima Sudirman, Kota Probolinggo. Jalan yang sempit membuat roda truk nyangkut di median jalan, sehingga truk guling. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar BromoTruk trailer Nopol L 8187 UR yang dikemudikan Jumail, 53, justru nyungsep ke galian proyek di jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo,  Kamis (14/11) sore.

Truk nyungsep dalam kondisi terbalik. Bagian atas di bawah dan roda truk menghadap ke atas. Beruntung, sopir truk selamat. Warga Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, itu berhasil keluar dari ruang kemudi tanpa luka.

Informasi yang dihimpun, saat itu truk berjalan dari JLU atau dari utara. Truk bermuatan 30 ton batu bata ringan itu akan dikirim ke Sragen, Jawa Tengah. ,

Sebelum ke Sragen, truk lebih dulu ke garasi di Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Karena itu, dari JLU, truk menyeberangi ke selatan dan melewati penggal jalan yang berupa simpang tiga di jalan Pangsud.

Nah, di simpang tiga sebelah selatan, ada galian proyek perbaikan jalan. Karena ada galian itu, menurut Jumail, badan jalan jadi makin sempit. Apalagi untuk truk trailer berukuran besar seperti yang dikemudikannya.

Melihat kondisi jalan yang sempit, Jumail pun mengemudikan truk mepet ke kanan atau ke utara. Tujuannya, tidak lain untuk menghindari galian proyek di depannya.

Roda depan truk akhirnya memang lolos dari galian proyek. Namun, apes. Roda belakang truk tersangkut di median jalan akibat truk terlalu mepet ke kanan.

Truk pun langsung oleng. Truk yang oleng lantas terguling dan masuk ke galian proyek pengerjaan jalan.

“Jalannya sempit, jadi agar terhindar dari galian, saya mepetkan ke kanan dan fokus ke depan. Ternyata ban  belakang nyangkut. Truk oleng dan akhirnya masuk ke galian,” bebernya.

Budi Hariyanto, 39, pemilik truk yang menyediakan jasa angkut menyebut, galian yang ada di Jalan Panglima Sudirman itu cukup berbahaya. Sebab, galian mengurangi badan jalan. Kondisi jalan  pun makin sempit.

“Kondisi jalan seperti ini sangat sulit. Apalagi bagi kendaraan besar yang melaju dari utara hendak ke barat,” bebernya.

Akibat kondisi itu, menurut Budi, dia mengalami kerugian Rp 30 juta. “Saya jadi mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta. Sebab, selain kondisi truk rusak, semua bata ringan juga rusak,” bebernya.

Di lokasi kejadian sebenarnya, ada beberapa pekerja proyek. Namun, tidak seorang pun yang mau dikonfirmasi. “Saya bukan bagian proyek pekerjaan ini. Proyek ini milik provinsi, saya hanya pengawas K3. Pengawas dan pekerja proyeknya sedang tidak di tempat,” beber seorang pria berpakaian proyek berwarna biru saat dikonfirmasi.

Akibat kecelakaan itu, Jalan Panglima Sudirman jadi macet. Apalagi, ruas jalan yang sempit. Sampai berita ini ditulis, proses evakuasi truk masih dilakukan. (rpd/hn)