Tahun Depan Gelontor Rp 17,7 Miliar untuk Pembangunan Sanitasi

DRINGU, Radar Bromo – Angka stunting di Kabupaten Probolinggo masih tinggi dan menjadi PR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Melalui Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman Kabupaten Probolinggo, tahun depan dialokasikan anggaran untuk Rp 17,7 miliar untuk pembangunan sanitasi.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman Kabupaten Probolinggo, Prijono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memiliki tugas meningkatkan kualitas permukiman yang layak huni. Termasuk menekan angka stunting melalu pembangunan sanitasi.

”Sanitasi juga salah satu upaya menciptakan pola hidup yang bersih dan sehat. Tiap tahun, ada pembangunan sanitasi di perkotaan dan perdesaan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Prijono menjelaskan, tiap tahun bangun IPAL komunal sekala besar bisa untuk 200 saluran rumah. Tahun ini di Kelurahan Semampir Krakasan dan tahun depan Kelurahan Sidomukti Kraksaan. ”Sejak 2016 di desa-desa, septictank komunal bisa digunakan 5 sampai 10 rumah. Menyesuaikan lokasi rumah rumah. Tahun ini di Kelurahan Semampir 150-an sambungan rumah. Di desa-desa ada 300 sambungan rumah,” terangnya.

Disinggung soal rencana tahun depan? Prijono menjelaskan, telah dialokasikan anggaran jumbo melalui dinasnya. Nilainya memang sekitar Rp 17,7 miliar. Alokasi kegiatan yang butuh anggaran besar di desa desa. ”Tahun depan rencana sanitasi di 28 desa 1.180 sambungan rumah dan kelurahan Sidomukti 100 sambungan rumah,” paparnya.

Dengan adanya pembangunan sanitasi, lanjut Prijono, diharapkan bisa menciptakan pola hidup yang bersih dan sehat pada masyarakat. Karena dengan adanya sanitasi itu, masyarakat diharapkan tidak lagi buang air besar di sungai atau tempat sembarangan. ”Proses untuk menekan angka stunting memang lama. Karena butuh kesadaran hidup sehat dari masyarakat,” ungkapnya. (mas/fun)