Listrik 5 Hari Padam, Warga Ambulu Sumberasih Ancam Lurug PLN

SUMBERASIH, Radar Bromo – Sejak lima hari lalu puluhan pelanggan listrik dari PT PLN di Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, kelimpungan. Sebab, sejak Jumat-Rabu (8-13/11), aliran listrik di desa mereka padam.

Sejumlah pelanggan semakin kesal karena pengaduan yang disampaikan tidak direspons. Karenanya, mereka berencana melurug kantor PLN Cabang Probolinggo. Seperti diungkapkan salah seorang warga Dusun Kramat, Desa Ambulu, Dori, 40.

“Mulai tanggal 8 November lalu sampai 11 November, padam total 24 jam. Setelah itu sempat hidup, tapi ada pemadaman lagi secara bergilir. Jadi, hidup sebentar dan mati lagi. Bahkan, ketika hidup (menyala) voltasenya menurun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (13/11).

Dampaknya, warga kerepotan untuk memasak dan kekurangan air bersih. Dori mengatakan, sejumlah perabot rumah tangga yang berupa barang elektronik juga rusak. “Seperti dispenser dan kulkas, pendinginnya rusak. Soalnya voltasenya naik turun. Warga juga kekurangan air bersih. Sebab, mereka mengandalkan pompa listrik untuk mendapatkan air bersih. Akibatnya, banyak yang mandi di sungai,” ujarnya.

Dori mengaku telah melaporkan kejadian ini kepada PLN. Terutama melalui layanan call center 123. Laporan itu ditandai dengan adanya nomor pengaduan, 81DS4S9, 91DS9a4, 91DSVHW, 91DT51G, dan A1DTFMW. “Tapi, belum juga ada perbaikan,” ujarnya.

Karenanya, pihaknya bersama sejumlah warga lainnya sepakat jika tidak nyala, hari ini warga Dusun Kramat akan melurug kantor PLN Cabang Probolinggo. “Kami akan minta ganti rugi,” ujarnya.

Keluhan serupa diutarakan Toyani, warga Dusun Kramat. Menurutnya, tidak adanya aliran listrik ini membuat warga kesulitan untuk mendapatkan penerangan. “Padam ini terjadi setelah selesai acara Maulid. Pada malam hari jadi gelap dan alat-alat rumah tangga yang berenergi listrik tidak dapat digunakan,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik rumahan, ada sejumlah warga yang menggunakan genset. Ada juga yang menyambungkan kabel ke lain dusun yang masih teraliri listrik. “Warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih karena mayoritas warga menggunakan pompa air listrik,” ujarnya.

Pj Kepala Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Bambang Purwanto mengaku telah melaporkan padamnya listrik ini ke PLN. Menurutnya, pemadaman listrik sudah sering terjadi, namun kali ini paling lama.

“Kami mendapat laporan dari warga dan kebetulan salah satu perangkat desa juga berdomisili di sana (Dusun Kramat). Kami belum tahu penyebab padamnya, namun warga sudah melaporkan ke PLN,” ujarnya.

Setelah kembali melapor, kemarin sekitar pukul 13.30, ada petugas PLN ke Dusun Kramat. Mereka melakukan sejumlah perbaikan dan listrik kembali menyala.

“Kemarin sampai tiga hari tiga malam padam. Akhirnya, kami kelimpungan. Belum lagi kami harus menjaga sapi. Bukan hanya dusun ini (Dusun Kramat), tetapi empat dusun lainnya di Desa Ambulu juga sama,” ujar Ton, 65, warga Dusun Kramat.

Terpisah, Manajer Unit Pelayanan Pelanggan PLN Probolinggo Ghery Gerhadi mengaku sudah menerjunkan satu regu tim teknik untuk mengecek padamnya listrik di Desa Ambulu. “Kami belum tahu penyebab padamnya apa. Namun, informasi yang kami terima sudah dilakukan perbaikan dan sudah kembali menyala,” ujarnya. (rpd/ar/rud)