Gairahkan Kembali Permainan Tradisional pada Anak-Anak

CERIA: Sejumlah bocah SD menikmati mainan hulahop dan balap karung dalam ajang permainan tradisional yang digelar FORMI di lapangan Martopuro, (13/11). (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PURWOSARI, Radar Bromo – Di era modern seperti sekarang ini, permainan tradisional sudah jarang terlihat. Tak sedikit anak yang kerap bermain dengan gadget.

Nah, pemandangan menarik tersaji di lapangan Martopuro, Kecamatan Purwosari, Rabu (13/11). Sejumlah bocah tampak asyik bermain sejumlah permainan tradisional.

Mereka larut dalam keceriaan permainan yang digelar oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Pasuruan. Seperti menjaga keseimbangan dengan egrang, tarik tambang, hadang atau gobak sodor. Ada juga lari terompa atau bakiak raksasa.

“Permainan tradisional harus tetap dipertahankan. Kami hadirkan lagi lewat ajang FORMI, tujuannya untuk memperkenalkan ke para pelajar sekolah dasar sekaligus melestarikannya,” ujar Khoirul Huda, sekretaris FORMI Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan itu berlangsung selama dua hari. Dengan diikuti 1.008 peserta dari 24 kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Acara itu tampak meriah.

“Permainan tradisional ini lebih seru ketimbang permainan modern seperti sekarang. Sekaligus juga olahraga, kebetulan saya suka dengan tarik tambang,” kata Farel, 12, pelajar asal SDN Kenduruan II Kecamatan Sukorejo. (zal/mie)