Mobil Warga Dringu Dilempar Batu saat Melintas di JLU, Kacanya Pecah

PECAH: Cristianto Surya Waega menunjukkan kaca mobilnya yang pecah. Usai insiden mobil kacanya pecah, Cristianto Surya Waega sudah melapor ke polisi. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Cristianto Surya Waega, 48 asal Desa Kalirejo, Dringu, harus menahan kesal. Betapa tidak, dia menjadi korban pelemparan saat mengendarai mobil bernopol N 1986 QB warna merah miliknya. Mobilnya dilempar batu sebesar batako di Jl Raden Wijaya, Tepatnya sekitar TWSL, pada Jumat (8/11) pukul 23.30.

Akibatnya kaca depan sebelah kanan pecah. Tak hanya itu, ia juga mengalami luka di bagian kelopak mata sebelah kiri akibat batu tersebut.

Menurut Cristianto saat dihubungi Selasa siang (12/11), mulanya ia usai mengisi acara musik elektonan di rumah salah satu kerabatnya. Pada saat ia hendak pulang, ada barang yang tertinggal. Sehingga ia memutuskan putar arah untuk kembali.

Nah, saat mobil melaju dari arah selatan menuju utara, ia berpapasan dengan truk. “Tiba-tiba ada batu yang terbang ke mobil. Bahkan pipi saya terluka akibat terkena batu itu,” terangnya.

Cristianto mengaku tidak mengetahui secara jelas, batu sebesar paving itu dari mana. Apakah dari dalam bak truk yang ditumpangi oleh anak jalanan, atau ada orang yang sengaja melempar batu ketika berpapasan dengan truk.

“Saya tidak tahu pasti batunya dari mana. Yang jelas tidak mungkin dari arah barat. Sebab pasti kelihatan yang melempar. Bisa jadi dari arah timur atau bahkan dari dalam bak truk ada yang gandol. Selanjutnya yang gandol truk itu yang melempar batu,” bebernya.

Insiden pelemparan batu itu sudah ia laporkan saat itu juga ke Mapolsek Mayangan. Ia berharap, bagi pengendara berhati-hati atau waspada jika hendak melintas JLU.

Terpisah Kapolsek Mayangan, Kompol Ahmad Firman Wahyudi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini anggota sedang menyelidikinya. Selain itu untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa, polisi sudah melakukan patroli yang bertugas di sekitar TWSL.

“Kami coba cari tahu, namun hingga kini masih belum diketahui ada orang yang melakukan pelemparan. Sebab anggota serse juga kami tempatkan di sana. Saya khawatir pelakunya orang gila, seperti kasus sebelumnya. Tiba-tiba orang tersebut jalan dan seolah memalak. Setelah ditangkap ternyata stress. Namun hingga kini masih belum diketahui siapa yang melakukan pelemparan tersebut,” pungkasnya. (rpd/fun)